Ini Tiga Direktur Baru Jiwasraya

Kompas.com - 24/03/2020, 19:01 WIB
Warga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Pemerintah sudah memiliki skenario untuk menangani masalah kekurangan modal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yakni dengan cara pembentukan holding asuransi atau penerbitan obligasi subordinasi atau mandatory convertible bond (MCB) dan pembentukan anak usaha PT Jiwasraya Putra. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj. ANTARAFOTO/GALIH PRADIPTAWarga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Pemerintah sudah memiliki skenario untuk menangani masalah kekurangan modal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yakni dengan cara pembentukan holding asuransi atau penerbitan obligasi subordinasi atau mandatory convertible bond (MCB) dan pembentukan anak usaha PT Jiwasraya Putra. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru saja merombak jajaran direksi PT Asuransi Jiwasraya. Terdapat tiga nama baru yang mengisi posisi strategis di Jiwaraya.

Mereka adalah Angger P. Yuwono sebagai Direktur Teknik Jiwasraya, R. Mahelan Prabantarikso sebagai Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia Jiwasraya dan Farid Azhar Nasution sebagai Direktur Keuangan dan Investasi Jiwasraya. Ketiganya adalah nama-nama yang tidak asing dalam industri keuangan.

Pertama, Angger P. Yuwono sebelumnya adalah anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Pada tahun 2013 ia ditunjuk sebagai konsultan ahli GIZ (lembaga Donor internasional dari Jerman) untuk DJSN sekaligus menjadi anggota tim editor penyusunan roadmap BPJS.

Baca juga: Pilot Meninggal Akibat Corona, Maskapai Diminta Isolasi Awak Pesawat yang Pernah Kontak

Selain itu, sarjana lulusan matematika ITB ini pernah memimpin Dewan Asuransi Indonesia (DAI) di bidang asuransi jiwa. Kemudian pernah menjadi Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) serta vice president & secretary general Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI).

Kedua, R. Mahelan Prabantarikso yang merupakan mantan direktur strategy, compliance & risk PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan telah menjabat posisi tersebut selama tiga tahun lebih.

Pada 2018, ia menyandang gelar doktor program pasca sarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) berkat disertasinya terkait model kolaborasi strategis stakeholder dalam mendukung pembangunan perumahan berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca juga: Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Positif Terinfeksi Corona

Ketiga, Farid Azhar Nasution sempat menduduki posisi penting di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2014. Selama bertugas di lembaga ini, ia mengisi jabatan sebagai sebagai direktur treasury dan direktur hubungan internasional LPS.

Sebelumnya lagi dia adalah co head debt capital market di Bahana Securities, setelah sempat menjadi auditor di Inspektorat Jenderal Kemenkeu.

Latar belakang pendidikannya S2 Keuangan Syariah IPB, Post Graduate Diplona Finance di Prasetiya Business School, dan STAN untuk gelar Diploma Akuntansi. (Ferrika Sari | Wahyu T.Rahmawati)

Baca juga: Erick Thohir Rombak Direksi Jiwasraya

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Mengenal tiga direktur baru Jiwasraya, siapa saja mereka?

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X