Susi Air hingga Alibaba, Bisnisnya Berkembang karena Bencana...

Kompas.com - 25/03/2020, 10:06 WIB
Pesawat Jenis PK- BVU milik maskapai Susi Air, yang mengangkut 10 orang penumpang, mendarat dengan mulus di Bandara Notohadinegoro, Jember, Jawa Timur, Sabtu (2/5/2015). KOMPAS.com/ Ahmad WinarnoPesawat Jenis PK- BVU milik maskapai Susi Air, yang mengangkut 10 orang penumpang, mendarat dengan mulus di Bandara Notohadinegoro, Jember, Jawa Timur, Sabtu (2/5/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Virus corona (Covid-19) membawa krisis tak terduga bagi perekonomian dunia, menyebabkan tidak stabilnya pasar keuangan hingga menggerus pendapatan dunia usaha.

Namun rupanya, akademisi dan praktisi bisnis Rhenald Kasali menceritakan banyak bisnis yang justru berkembang dari krisis, termasuk saat tsunami Aceh tahun 2004 hingga fenomena virus SARS tahun 2003.

Rhenald menuturkan, salah satu industri yang berkembang dari krisis adalah Susi Air, perusahaan penerbangan milik mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Baca juga: Dari Duka Tsunami Aceh, Ada Jejak Cikal Bakal Susi Air

Dia bercerita, pesawat kecil milik Susi merupakan satu-satunya pesawat yang bisa membantu para relawan keluar dari kawasan Aceh setelah menyalurkan bantuan.

Pesawat berbodi kecil itu justru punya kelebihan menjadi sarana transportasi bagi relawan yang wara-wiri ke Aceh pada saat itu.

"Awalnya (pesawat itu) bukan untuk penumpang. Tadinya pesawat digunakan untuk mengangkut ikan hidup dan lobster yang mau diekspor. Tapi aksi kemanusiaan itu menyadarkan Ibu Susi bahwa pesawat kecil ini juga bisa dipakai untuk penumpang," kata Rhenald dalam konferensi video, Selasa (24/3/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi lahirnya Susi Air itu adalah di era tsunami," lanjutnya.

Baca juga: Periode Suram Alibaba Gara-gara Wabah Corona

Menilik lebih jauh, Rhenald juga menceritakan beberapa perusahaan dunia yang tumbuh karena krisis. Kali ini, krisis SARS pada Mei 2003 yang melanda beberapa negara, termasuk China.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir: Tak Sampai 50 Persen BUMN yang Siap Kompetisi dengan Swasta dan Asing

Erick Thohir: Tak Sampai 50 Persen BUMN yang Siap Kompetisi dengan Swasta dan Asing

Whats New
PNM Jadi Lembaga Penyalur Pembiayaan Usaha Mikro Terbesar di Dunia

PNM Jadi Lembaga Penyalur Pembiayaan Usaha Mikro Terbesar di Dunia

Rilis
Pemerintah Larang ASN ke Luar Daerah pada Hari Libur Nasional

Pemerintah Larang ASN ke Luar Daerah pada Hari Libur Nasional

Whats New
8 Perusahaan Bakal IPO Bulan Depan, Satu Diantaranya E-commerce

8 Perusahaan Bakal IPO Bulan Depan, Satu Diantaranya E-commerce

Whats New
Peringati Hari Krida Pertanian Ke-49, Mentan SYL: Petani Itu Keren, Bertani Itu Hebat

Peringati Hari Krida Pertanian Ke-49, Mentan SYL: Petani Itu Keren, Bertani Itu Hebat

Rilis
Kemenkes dan Badan POM Ajak Masyarakat Konsumsi Obat Herbal Lokal

Kemenkes dan Badan POM Ajak Masyarakat Konsumsi Obat Herbal Lokal

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Siap-siap Fresh Graduate Hadapi Dunia Kerja

[KURASI KOMPASIANA] Siap-siap Fresh Graduate Hadapi Dunia Kerja

Rilis
BI Beberkan Strategi Pengembangan Pasar Uang Hingga 2025

BI Beberkan Strategi Pengembangan Pasar Uang Hingga 2025

Whats New
India Batalkan Bea Masuk Anti-Dumping Produk Benang Sintetis RI

India Batalkan Bea Masuk Anti-Dumping Produk Benang Sintetis RI

Rilis
Kasus Covid-19 Melonjak, Kalbe Farma Catat Jumlah Sampel Tes Naik 4 Kali Lipat

Kasus Covid-19 Melonjak, Kalbe Farma Catat Jumlah Sampel Tes Naik 4 Kali Lipat

Whats New
Atasi Kesenjangan Pendidikan dengan Dunia Kerja, Polteknaker Diminta Lakukan “Link and Match”

Atasi Kesenjangan Pendidikan dengan Dunia Kerja, Polteknaker Diminta Lakukan “Link and Match”

Rilis
Sudah Sampai Mana Proses Pembuatan Mata Uang Digital? Ini Kata BI

Sudah Sampai Mana Proses Pembuatan Mata Uang Digital? Ini Kata BI

Whats New
Karyawan Baru Belum Punya NPWP Harus Bagaimana?

Karyawan Baru Belum Punya NPWP Harus Bagaimana?

Whats New
Kenaikan Harga Batu Bara Diproyeksi Tidak Akan Bertahan Lama

Kenaikan Harga Batu Bara Diproyeksi Tidak Akan Bertahan Lama

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Hubungan Rumah Tangga Lebih Harmonis dengan Membersihkan Rumah Bersama

[KURASI KOMPASIANA] Hubungan Rumah Tangga Lebih Harmonis dengan Membersihkan Rumah Bersama

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X