Ada Virus Corona, Pabrik Mobil Kini Produksi Masker hingga Ventilator

Kompas.com - 25/03/2020, 16:16 WIB
Petugas mempersiapkan alat medis di RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). Pemerintah menyiapkan 2.500 kamar tidur di tower enam dan tujuh Wisma Atlet yang digunakan sebagai RS Darurat Covid-19 untuk penanganan pasien Covid-19. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAPetugas mempersiapkan alat medis di RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). Pemerintah menyiapkan 2.500 kamar tidur di tower enam dan tujuh Wisma Atlet yang digunakan sebagai RS Darurat Covid-19 untuk penanganan pasien Covid-19.

LONDON, KOMPAS.com - Perusahaan-perusahaan otomotif kini membantu pemerintah berbagai negara untuk memproduksi alat kesehatan di tengah mewabahnya virus corona atau Covid-19.

Alat kesehatan yang diproduksi antara lain masker dan ventilator alias alat bantu pernapasan.

Dilansir dari BBC, Rabu (25/3/2020), pabrikan mobil Fiat, misalnya, menyulap salah satu pabrik mobilnya di China untuk dijadikan pabrik masker. Pabrik tersebut memproduksi sekitar 1 juta lembar masker per bulan.

Baca juga: Louis Vuitton Ubah Pabrik Parfum Jadi Hand Sanitizer Darurat

CEO Fiat Mike Manley dalam pernyataan tertulis menyebut pihaknya ingin mulai memproduksi masker dalam beberapa pekan ke depan.

Beberapa pabrikan mobil besar di dunia juga mencari cara untuk dapat menggeser produksi pabrik dari mobil menjadi ventilator. Di Amerika Serikat, General Motors, Ford, dan Tesla telah berjanji mendukung penanganan virus corona dengan menawarkan sumber daya yang dimiliki untuk memproduksi ventilator.

Begitu pula dengan pabrikan mobil asal Jepang Nissan dan sejumlah tim Formula 1 di Inggris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa pabrik mobil besar di AS, Eropa, dan Asia telah menangguhkan produksi untuk membantu mencegah penyebaran virus corona. Mereka berkomitmen membantu memproduksi ventilator dan alat-alat kesehatan penting lainnya.

Baca juga: Di China, Pabrikan Mobil hingga Perakit iPhone Ikut Produksi Masker

Pada Selasa (24/3/2020) kemarin waktu setempat, Ford menyatakan bekerja sama dengan GE Healthcare dan 3M untuk merancang respirator dan ventilator yang dimodifikasi.

 

 

Alat-alat ini dapat diproduksi menggunakan kipas, baterai, dan perangkat-perangkat lain yang biasa digunakan Ford untuk memproduksi mobil.

Ford pun sudah mulai memproduksi pelapis wajah transparan untuk melengkapi alat perlindungan diri (APD) bagi pekerja medis. Sebanyak 1.000 buah alat tersebut akan dikirimkan ke rumah sakit di tiga kawasan di kota Detroit, AS pada pekan ini.

Ford pun memasang target produksi sekira 75.000 buah alat pelapis wajah tersebut sepanjang pekan ini.

Sementara itu, pendiri dan CEO Tesla Elon Musk menyatakan telah membeli 1.255 unit ventilator dari China dan dalam proses pengiriman ke Los Angeles, AS.

Baca juga: Sritex Produksi Masker Rp 5.500, Tertarik Membeli?

Adapun pekan lalu, tim-tim Formula 1 di Inggris berharap mencapai tingkat produksi tertentu guna membantu meningkatkan pasokan alat medis.

F1 menyatakan memiliki para pakar di bidang desain, teknologi, dan kapabilitas produksi.

Nissan berada di dalam konsorsium tersebut, termasuk pula McLaren dan perusahaan dirgantara Meggitt. Perusahaan-perusahaan itu dalam proses pengembangan ventilator medis jenis baru.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pun telah mengumumkan penurunan batasan dalam proses persetujuan produksi alat kesehatan. Tujuannya untuk mempercepat produksi ventilator.

"Produsen alat medis dapat dengan mudah melakukan perubahan terhadap produk-produk yang sudah ada, seperti perubahan pemasok atau bahan baku, untuk membantu menangani keterbatasan manufaktur atau kekurangan pasokan," kata Menteri Kesehatan AS Alex Azar.

Menurut Azar, pelaku industri manufaktur lain, seperti pabrikan mobil, dapat pula mengubah lini produksinya guna membantu meningkatkan pasokan alat kesehatan.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X