KILAS

Duta Petani Milenial: Covid-19 Buka Peluang bagi Produk Pertanian Lokal

Kompas.com - 26/03/2020, 10:29 WIB
Ilustrasi tanaman jagung yang siap panen. DOK. Humas Kementerian PertanianIlustrasi tanaman jagung yang siap panen.

KOMPAS.com – Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian (Kementan), Sandi Octa Susila mengatakan, coronavirus disease 2019 (Covid-19) memberi peluang kepada petani Indonesia.

Peluang itu adalah untuk menjadikan produk pertanian lokal sebagai tuan rumah di negara sendiri.

Apalagi ditengah pandemi Covid-19 para ahli gizi menyarankan masyarakat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.

Produk lokal pun menjadi pilihan utama karena keamanannya terjamin dan lebih segar.

“Jangan menyerah, genjot terus produksi. Pertanian jadi ujung tombak dalam kondisi wabah Covid-19 ini,” kata Sandi, seperti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Sisi Lain Pandemi Covid-19, Produk Pertanian Lokal Laku Keras

Sandi sendiri saat ini menyediakan layanan antar produk pangan, sehingga masyarakat bisa membelinya tanpa harus keluar rumah.

Hal tersebut sesuai dengan protokol penanganan Covid-19 yang mengimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah.

“Kami terus mengembangkan dan berusaha memperluas jangkauan hingga ke semua provinsi di Indonesia, dan melengkapi produknya,” kata Sandi.

Pemesanan produk pangan cukup dilakukan melalui website atau whatsapp. Setelah memesan, barang akan dikirim ke tempat tujuan.

Baca juga: Berkat Petani Milenial, Ekspor Hasil Pertanian Jateng Capai Rp 2,51 Triliun

Sandi mengatakan, dirinya telah menyiapkan 141 jenis produk pertanian untuk dijual secara langsung ke masyarakat. Pemasaran produk tersebut bekerja sama dengan sejumlah petani milenial lainnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X