Sekarang Waktunya untuk Belanja Saham?

Kompas.com - 26/03/2020, 15:36 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com –  Wabah virus corona mempengaruhi berbagai sektor termasuk pasar keuangan Indonesia. Dalam sebulan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah tertekan sekitar 30 persen.

Kepala Riset Bahana Sekuritas Lucky Ariesandi berpendapat saat ini merupakan waktu yang tepat bagi para investor untuk memborong saham-saham yang sudah terbilang murah.

"Saat ini adalah waktu yang tepat untuk kembali masuk ke pasar saham dengan mengoleksi saham-saham yang murah, karena sebenarnya fundamental Indonesia masih cukup baik," kata dia melalui siaran pers, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Stimulus Ekonomi Makin Terang, Indeks Saham AS Ditutup Menguat

Ke depan sebut dia, koreksi terhadap pasar saham diperkirakan akan semakin terbatas. Setelah tekanan yang cukup dalam, membuat IHSG sempat berada pada level terendah di kisaran 3.936.

Menurut Lucky, pelemahan indeks yang cukup dalam ini mencerminkan ekspektasi laba bersih emiten terkoreksi lebih dari 20 persen.

Bahana Sekuritas memperkirakan tekanan terbesar terhadap pasar saham domestik telah berkurang meski masih akan ada berita negatif dari penyebaran kasus corona. 

Namun dengan langkah pemerintah yang telah menambah beberapa rumah sakit khusus untuk menampung pasien yang terinfeksi korona, ditambah lagi kerja sama yang dilakukan dengan Cina untuk mendatangkan alat-alat kesehatan dan obat-obatan serta secara global didukung oleh cuaca yang mulai panas.

"Kasus ini cepat atau lambat akan teratasi, dan tidak akan berkepanjangan hingga bertahun-tahun, sehingga kami tidak melihat penyebaran virus ini akan berakhir pada resesi perekonomian seperti 1998 karena kondisi perbankan Indonesia masih cukup kuat," sebutnya.

Menurut dia, serangan virus ini terjadi secara global dan semua negara juga mengalami perlambatan perekonomian termasuk Indonesia yang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah pada kuartal pertama dan kedua dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Namun setelahnya kami yakin perekonomian Indonesia dan pasar saham Indonesia akan lebih cepat pulih," sebut Lucky.

Dia memperkirakan hingga akhir 2020, rata-rata laba emiten akan tertekan sekitar 2 persen - 4 persen. Sementara IHSG diperkirakan akan berada pada kisaran 5.650.

“Langkah pemerintah yang memberikan insentif fiskal dan juga melonggarkan kebijakan moneter sudah tepat ditengah-tengah ancaman Covid-19, yang cukup mempengaruhi (beragam sektor),” ucapnya.

Baca juga: 7 Saham Perusahaan Ini Ambles Parah di Tengah Wabah Corona

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X