Pelemahan Rupiah Sekarang Vs Krisis 1998, Apa Bedanya?

Kompas.com - 26/03/2020, 15:43 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo membandingkan kondisi pergerakan nilai tukar rupiah pada kondisi tiga kondisi, yaitu krisis moneter 1998, krisis keuangan global 2008, dan kondisi saat ini di tengah virus corona.

Hal ini dibuktikan dari kondisi tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dianggap begitu berbeda.

"Mohon maaf bagi masyarakat, yang membandingkan nilai tukar Rp 16.000 (per dollar AS) dengan krisis Asia 97-98, ingat bahwa kalau dulu Rp 16.000 itu dari Rp 2.500. Hampir 8 kali lipat," ucap Perry melalui konferensi video, Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Rupiah Dibuka menguat Rp 16.205 Per Dollar AS

Sementara, nilai tukar rupiah di pasar spot saat ini yang telah menembus ke level 16.000 hanya terjadi pelemahan lebih kecil dibandingkan krisis moneter tahun 1998 dan krisis global.

"Sementara Rp 16.000 sekarang, dari sekitar Rp 13.800, tingkat pelemahannya memang sekitar 12 persen. Tapi jauh lebih kecil dari kondisi-kondisi dulu dan krisis global 2008," jelasnya.

Bahkan, Perry pun menegaskan, kondisi perbankan saat ini jauh lebih kuat dibandingkan dari kondisi sebelumnya. Ditunjukkan dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) dan kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ingat juga bahwa perbankan kita jauh lebih kuat. Untuk Indonesia capital adequacy ratio sekarang 33 persen, NPL sebelum Covid-19 ini rendah 2,5 persen secara gross, 1,3 persen secara netto," jelasnya.

Baca juga: Rupiah Hari Ini Bergerak Stabil, Ini Penjelasan BI




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X