Terpukul Corona, Ini yang Dilakukan China untuk Memompa Ekonominya

Kompas.com - 26/03/2020, 16:10 WIB
Seorang pekerja medis (R) merangkul anggota tim bantuan medis dari provinsi Jiangsu pada upacara yang menandai keberangkatan mereka setelah membantu upaya pemulihan virus corona COVID-19, di Wuhan, di provinsi Hubei tengah Cina pada 19 Maret 2020. AFP/STRSeorang pekerja medis (R) merangkul anggota tim bantuan medis dari provinsi Jiangsu pada upacara yang menandai keberangkatan mereka setelah membantu upaya pemulihan virus corona COVID-19, di Wuhan, di provinsi Hubei tengah Cina pada 19 Maret 2020.
Penulis Mutia Fauzia
|

Langkah-langkah yang dilakukan oleh bank sentral adalah injeksi likuiditas ke sistem keuangan, termasuk suntikan sebesar 3 triliun yuan di paruh pertama Februari 2020.

Selain itu, bank sentral China juga melakukan perluasan fasilitas re-lending serta re-discounting sebesar 800 miliar yuan untuk mendukung produsen peralatan kesehatan, serta perusahaan manufaktur yang memroduksi kebutuhan sehari-hari sebesar 300 yuan dan UKM sebesar 300 miliar yuan.

Baca juga: Ada 9 Negara Eropa yang Berencana Terbitkan Obligasi Corona, Apa Itu?

Fasilitas serupa juga diberikan kepada industri pertanian sebesar 100 miliar yuan dengan tingkat bunga yang rendah.

Bank sentral China juga memangkas suku bunga acuan mereka untuk fasilitas reverse repo 7 hari dan 14 hari sebesar 10 bps.

Selain itu, bank sentral juga melakukan penurunan bunga acuan yang ditargetkan sebesar 50-100 bps untuk bank yang memenuhi kriteria pembiayaan inklusif pembiayaan yang menguntungkan perusahaan kecil.

Baca juga: Pengusaha Diberi Kelonggaran Bahas Upah dengan Pekerja

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada juga tambahan potongan 100 bps untuk bank dengan saham gabungan yang mendukung UKM swasta, serta perpanjangan kredit bank kebijakan untuk usaha mikro dan kecil sebesar 350 miliar yuan.

Untuk kebijakan terkait nilai tukar, otoritas moneter pun melonggarkan kebijakan perdagangan mata uang asing.

Ambang batas pada pembiayaan lintas batas di bawah kerangka makroprudensial dinaikkan sebesar 25 persen untuk bank, non-bank dan perusahaan.

Baca juga: Terimbas Virus Corona, Industri Penerbangan Terpuruk

Pemerintah pun memberikan kelonggaran untuk pihak-pihak yang mengalami kesulitan pembayaran kredit baik di tingkat rumah tangga, korporasi maupun pemerintah daerah.

Kebijakan-kebijakan tersebut berupa kelonggaran waktu pembayaran pinjaman untuk UKM dan rumah tangga, toleransi rasio kredit macet untuk sektor-sektor yang terdampak epidemik virus corona dan UKM, juga kelonggaran dalam pelaksanaan reformasi manajemen aset dan pelonggaran kebijakan perumahan oleh pemerintah daerah.

Baca juga: Cicilan Kendaraan Bisa Ditangguhkan 1 Tahun, Simak Caranya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.