Ini 3 Cara Mengurangi Pengangguran di Indonesia Menurut Hanif Dhakiri

Kompas.com - 26/03/2020, 16:41 WIB
Mantan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri usai menghadiri acara bertemakan disrupsi digital yang berlangsung di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (25/11/2019). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMantan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri usai menghadiri acara bertemakan disrupsi digital yang berlangsung di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (25/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, ada tiga hal yang dapat dilakukan pemerintah agar pengangguran di Indonesia berkurang.

Hal pertama program kartu pra kerja seperti yang sudah diluncurkan oleh pemerintah saat ini. Dia berpendapat cara ini merupakan salah satu terobosan yang tepat.

"Coba kita lihat, kenapa angka kemiskinan tinggi? Karena ada masyarakat miskin yang memiliki pendapatan rendah. Kenapa pendapatan rendah? Karena kerjanya tidak berkualitas dan kenapa tidak berkualitas? Karena mereka tidak sekolah. Dan kenapa tidak sekolah? Karena mereka miskin," katanya dalam FESTIVAL #DIRUMAHAJA yang disiarkan secara streaming, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Jumlah Pengangguran di Norwegia di Level Terburuk Sejak Perang Dunia II

Hanif menyebutkan, dengan adanya program kartu pra kerja dapat memberikan akses masyarakat untuk meningkatkan kemampuan mereka dengan skilling, upskilling, dan reskilling.  Sehingga diharapkan bisa memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia.

Kedua lanjut Hanif, diselenggarakan pelatihan-pelatihan berbasis komunitas. Dia mencontohkan salah satu program yang pernah dijalani ketika dirinya menjadi Menaker,  yaitu BLK Komunitas yang menyediakan 1.000 titik balai-balai latihan kerja komunitas yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

"Ini juga penting, jadi pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan serta kebutuhan masyarakat kita," sambungnya.

Adapun yang ketiga adalah menggenjot kewirausahaan.

Menurut dia, sudah saatnya pemerintah memandang serius untuk kewirausahaan sebagai penopang ekonomi Indonesia.

"Kita lihat jumlah UMKM kita, itu 60 juta lebih tapi yang menariknya UMKM kita itu banyak yang berasal dari sektor usaha mikro yang kecil banget usahanya," katanya.

Oleh sebab itu Hanif menekankan agar pemerintah Indonesia perlu memberikan pendampingan, pelatihan serta akses bagi para pelaku UMKM.

Baca juga: Tekan Jumlah Pengangguran, Lapangan Kerja Harus Lebih Banyak



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X