Kompas.com - 26/03/2020, 18:15 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan didampingin juru bicaranya Jodi Mahardi melakukan konfrensi video, di Jakarta, Rabu (18/3/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan didampingin juru bicaranya Jodi Mahardi melakukan konfrensi video, di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Menko Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan, beberapa perusahaan asal China yang memiliki investasi di Indonesia berinisiatif memberikan sumbangan alat-alat kesehatan (alkes) untuk membantu proses penanganan dan pengendalian wabah virus corona (Covid-19).

Dia menjelaskan, para donatur tersebut sebagian besar merupakan investor China yang telah berinvestasi dibeberapa daerah misalnya di Morowali, Kendari dan Konawe.

"Bantuan alkes (dari investor China) ini adalah bukti hubungan baik antara kedua negara dan juga wujud kepedulian terhadap wabah Covid-19 yang kita tahu merupakan tantangan semua negara di dunia hari ini,” kata Jodi melalui keterangan tertulis, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Physical Distancing Akan Diterapkan di Seluruh Rest Area Jalan Tol Jasa Marga

Jodi mengatakan, alat-alat kesehatan tersebut berjumlah sekitar 40 ton yang akan diangkut menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan dijadwalkan tiba di Tanah Air malam ini.

Selain Kemenko Kemaritiman, koordinasi sumbangan alat kesehatan ini juga melibatkan Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI).

Pasokan alat kesehatan yang dikirimkan terdiri dari test kit Covid-19, masker N95, masker bedah, hingga alat pelindung diri seperti baju, kacamata, sarung tangan dan sebagainya. Seluruh bantuan tersebut nantinya akan didistribusikan melalui BNPB, kampus-kampus dan lainnya.

Baca juga: Terpukul Corona, Ini yang Dilakukan China untuk Memompa Ekonominya

Selain memberikan bantuan alat kesehatan, Kemenko Marves bersama APLSI juga mengkoordinasikan pemberian bantuan alat lab untuk memeriksa Covid-19 kepada 6 Fakultas Kedokteran di Indonesia berupa alat PCR dan RNA extraction machine.

Alat lab ini, menurut Jodi, mampu memeriksa swab test yang dilakukan untuk mendeteksi virus corona.

"Ke depan setelah alat ini dikirimkan, diharapkan pada bulan April minggu kedua semua Fakultas Kedokteran tersebut akan memiliki kemampuan untuk melakukan tes masing masing sebanyak 1.000 sampel per harinya," kata dia.

Baca juga: Cegah Virus Corona, BI Karantina dan Ganti Uang yang Beredar



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tokopedia Tebar Diskon hingga 90 Persen dan Bebas Ongkir

Tokopedia Tebar Diskon hingga 90 Persen dan Bebas Ongkir

Spend Smart
Mal Diprediksi Bakal Dipadati Pengunjung Saat Larangan Mudik Berlaku

Mal Diprediksi Bakal Dipadati Pengunjung Saat Larangan Mudik Berlaku

Whats New
IHSG Jalan Ditempat, BEI: Efek BPJS Ketenagakerjaan Kurangi Aktivitas di Bursa

IHSG Jalan Ditempat, BEI: Efek BPJS Ketenagakerjaan Kurangi Aktivitas di Bursa

Whats New
Menko Airlangga Sebut Pembayaran THR Bisa Dongkrak 1 Persen PDB RI

Menko Airlangga Sebut Pembayaran THR Bisa Dongkrak 1 Persen PDB RI

Whats New
Pertamina Dorong Pengelola SPBU dan Pertashop Miliki Asuransi Kerugian

Pertamina Dorong Pengelola SPBU dan Pertashop Miliki Asuransi Kerugian

Rilis
Siap-siap, Orang Kaya di AS akan Kena Pajak hingga 43 Persen

Siap-siap, Orang Kaya di AS akan Kena Pajak hingga 43 Persen

Whats New
Hingga Maret 2021, BSI Salurkan Dana PEN Rp 8,6 Triliun

Hingga Maret 2021, BSI Salurkan Dana PEN Rp 8,6 Triliun

Whats New
Bank Sahabat Sampoerna Catatkan Kenaikan Aset 7,9 Persen

Bank Sahabat Sampoerna Catatkan Kenaikan Aset 7,9 Persen

Rilis
Peraturan Pelaksana UU Cipta Kerja Terbit, Apa Manfaatnya untuk UMKM?

Peraturan Pelaksana UU Cipta Kerja Terbit, Apa Manfaatnya untuk UMKM?

Whats New
Penerbangan Reguler dari India ke Indonesia Dihentikan

Penerbangan Reguler dari India ke Indonesia Dihentikan

Whats New
Mulai 25 April, Pemerintah Setop Visa dan Izin Tinggal WNA dari India

Mulai 25 April, Pemerintah Setop Visa dan Izin Tinggal WNA dari India

Whats New
[TREN BISNIS KOMPASIANA] Menghadapi Bisnis Online 'Kaleng-kalengan' | Bisnis Hotel dan 'Smoking Room' | Merger Gojek-Tokopedia

[TREN BISNIS KOMPASIANA] Menghadapi Bisnis Online "Kaleng-kalengan" | Bisnis Hotel dan "Smoking Room" | Merger Gojek-Tokopedia

Rilis
Daftar Lelang Mobil Murah Sitaan Ditjen Pajak, Harga Mulai Rp 11,3 Juta

Daftar Lelang Mobil Murah Sitaan Ditjen Pajak, Harga Mulai Rp 11,3 Juta

Spend Smart
Harga Aset Kripto Rontok, Bitcoin Anjlok ke Kisaran Rp 695 Juta

Harga Aset Kripto Rontok, Bitcoin Anjlok ke Kisaran Rp 695 Juta

Whats New
THR 2021 Cair? Jangan Lupa Bayar Utang, Menabung dan Investasi

THR 2021 Cair? Jangan Lupa Bayar Utang, Menabung dan Investasi

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X