Cerita ODP Covid-19 yang Jalani Karantina di Wisma Atlet Kemayoran

Kompas.com - 27/03/2020, 09:51 WIB
Petugas medis bersiap di ruang perawatan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro/Pool/aww.
ANTARA FOTO/HERU SRI KUMOROPetugas medis bersiap di ruang perawatan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro/Pool/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - M (33) menceritakan suka dukanya selama menjalani karantina di Rumah Sakit (RS) Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran.

Perempuan tersebut merupakan orang dalam pemantauan (ODP) tanpa gejala Covid-19.

Dia bersama suaminya yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 telah menghuni RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran sejak Senin (23/3/2020). Sebelum masuk ke Wisma Atlet, dia dan suaminya sempat dua kali ditolak rumah sakit.

Baca juga: Erick Thohir: Jumlah Pasien di Wisma Atlet Sudah 102 Orang

Selama empat hari dikarantina, dia mengakui pelayanan di RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran semakin membaik. Saat pertama kali masuk, M sempat mengeluhkan pelayanan di RS darurat tersebut.

“Yang masuk hari pertama seperti saya, pasti mengalami kondisi kacau balau. Menurut saya wajar, karena sebuah tempat yang pada dasarnya bukan instalasi kesehatan dibuat menjadi tempat isolasi. Tidak mudah dan gampang,” ujar M dalam keterangannya, Jumat (27/3/2020).

Kendati begitu, pelayanan di RS darurat ini, lanjut M, terus membaik. Dia pun mengaku tak keluar uang sedikit pun selama dirawat di RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran.

Di tempat tersebut, M bersama pasien lainnya mendapat asupan makanan bergizi tiga kali sehari dan termometer. Jika mengalami demam, perawat akan memberikan vitamin dan obat-obatan.

“Dari hari pertama, perkembangannya (di RS Darurat Penanganan Covid 19 Wisma Atlet Kemayoran) sudah pesat sekali,” ucap M.

Baca juga: Selama 3 Bulan, PGN akan Salurkan Gas ke RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran

Atas dasar itu, M mengajak masyarakat tak saling menyalahkan dalam menghadapi wabah corona ini. Menurut dia, pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin dalam menangani wabah ini.

Dia pun mengajak masyarakat membantu pemerintah dalam menangani pandemi ini. Caranya, bisa dengan memberikan sumbangan, tak menimbun masker dan hand sanitizer, serta berdiam diri di rumah.

Selain itu, dia pun mengucapkan rasa terimakasihnya kepada jajaran pemerintah, tenaga medis, dan TNI/Polri yang telah membantu dia bersama suaminya selama berada di RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X