Kompas.com - 27/03/2020, 19:30 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah di Jakarta, Minggu (22/12/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah di Jakarta, Minggu (22/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menerima bantuan alat-alat pencegahan virus corona dari China.

Barang-barang tersebut diberikan dari China Huadian yang merupakan rekanan PT Bukit Asam (Persero) Tbk di PLTU Sumsel 8.

Erick berharap dengan adanya bantuan tersebut dapat membantu para tenaga medis yang berada di garda terdepan dalam menangani Covid-19.

Baca juga: Akibat Corona, Bos-bos Perusahaan Dunia Pangkas Gajinya Sendiri

“Saya merasa senang banyak negara yang ingin membantu, ini membuktikan bahwa memang BUMN dipercaya. Saya yakin akan banyak lagi bantuan yang datang, bukan hanya dari China tetapi dari perusahaan-perusahaan negara lain. Saya harapkan dukungannya,” ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/3/2020).

Adapun bantuan yang diberikan terdiri atas Alat Pelindung Diri (APD), masker, thermometer shot gun, dan hand sanitizer. Bantuan ini tiba di Jakarta pada Kamis, 26 Maret 2020.

Diketahui, berdasarkan data yang dikeluarkan pemerintah per hari Jumat (27/3/2020) pukul 12.00 WIB, tercatat ada 153 penambahan kasus baru pasien positif Covid-19.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Soal Penangguhan Cicilan, Ini Respons Perusahaan-perusahaan Leasing

Penambahan ini terhitung sejak pukul 12.00 WIB Kamis (26/3/2020), hingga pukul 12.00 WIB Jumat (27/3/2020).

"Sehingga secara akumulatif saat ini ada 1.046 kasus pasien positif Covid-19," ujar Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dakam konferensi pers di Graha BNPB, Jumat sore.

Dari data tersebut, ada 46 pasien sembuh dan 87 pasien meninggal dunia.

Seluruh data pasien positif Covid-19 ini tersebar di 28 provinsi.

Baca juga: Daftar Warteg yang Gratiskan Makan di Jabodetabek



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

Rilis
Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Spend Smart
Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Work Smart
[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

Rilis
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Whats New
BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

Whats New
Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

Rilis
Pendapatan Induk Usaha TikTok Melejit 111 Persen di Tahun 2020

Pendapatan Induk Usaha TikTok Melejit 111 Persen di Tahun 2020

Whats New
Gappri: Revisi PP Tembakau Perburuk Kondisi Industri Rokok

Gappri: Revisi PP Tembakau Perburuk Kondisi Industri Rokok

Whats New
Kini Pemilik Asuransi AXA Mandiri Bisa Konsultasi Kesehatan Gratis

Kini Pemilik Asuransi AXA Mandiri Bisa Konsultasi Kesehatan Gratis

Whats New
Prudential Indonesia Perluas Pemasaran Online Produk Asuransi

Prudential Indonesia Perluas Pemasaran Online Produk Asuransi

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Tip Aman Beli Barang Elektronik Secara Online | COD Tidak Semudah Kedengarannya

[KURASI KOMPASIANA] Tip Aman Beli Barang Elektronik Secara Online | COD Tidak Semudah Kedengarannya

Rilis
Aset Kripto Berpeluang Tumbuh Subur di Indonesia

Aset Kripto Berpeluang Tumbuh Subur di Indonesia

Whats New
Total Gaji Komisaris Astra International Mencapai Rp 1,8 Miliar

Total Gaji Komisaris Astra International Mencapai Rp 1,8 Miliar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X