Pandemi Virus Corona, Bisnis Penyedia Jasa Keuangan Terancam

Kompas.com - 28/03/2020, 07:03 WIB
Ilustrasi fintech www.thinkstockphotos.comIlustrasi fintech

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat Indonesia melakukan social distancing selama pandemi virus corona.

Demi mencegah menyebarnya corona virus disease (Covid-19), masyarakat Indonesia dapat beraktivitas, bekerja, belajar dan beribadah di rumah masing-masing.

Sejumlah negara memang telah menerapkan kebijakan serupa dan terbukti dapat membantu menekan angka penyebaran virus corona.

Namun demikian, social distancing ternyata berdampak pada sektor ekonomi.

Baca juga: Jokowi Minta UMKM yang Terdampak Virus Corona Diberi Insentif

Para pelaku usaha yang tidak siap dengan kegiatan bisnis secara daring (online) tentu terdampak dengan adanya social distancing.

“Ini adalah kali pertama, saya rasakan dampak krisis ekonomi yang begitu mendadak dialami oleh Indonesia selama pengalaman saya bekerja 32 tahun di beberapa bank besar sebelumnya,” kata Komisaris PT Asli Rancangan Indonesia (ASLI RI), Robert Rompas, dalam pernyataan tertulis, Sabtu (28/3/2020).

Ia menjelaskan, Indonesia sudah pernah melalui banyak krisis ekonomi. Meski demikian, krisis kali ini lebih besar memberikan dampak psikologis negatif bagi bangsa.

“Panic buying yang memicu kelangkaan dan kenaikan harga barang-barang pokok, hingga ancaman kelangsungan bisnis akibat tidak siap menghadapi tuntutan kebutuhan digitalisasi transaksi bisnis menjadi mimpi buruk bagi para pelaku usaha,” ujarnya.

Disrupsi digital

Bisnis yang tidak siap secara digital akan menghadapi masa sulit atau bahkan hilang tenggelam di tengah pandemi Covid-19, termasuk Penyedia Jasa Keuangan (PJK).

Perusahaan PJK saat ini ditantang menghadirkan dan mengimplementasikan solusi agar bisnisnya tetap berjalan, mulai dari onboarding new clients dan keeping existing clients sehingga dapat menekan angka non performing loan (NPL) dan fraud dalam situasi apapun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Shopee Tutup Penjualan 13 Produk Crossborder Usai Ada Larangan dari Pemerintah

Shopee Tutup Penjualan 13 Produk Crossborder Usai Ada Larangan dari Pemerintah

Whats New
Dampingi Presiden Tinjau Vaksinasi Gotong Royong, Arsjad Rasjid: Kesehatan Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Dampingi Presiden Tinjau Vaksinasi Gotong Royong, Arsjad Rasjid: Kesehatan Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Whats New
Bitcoin hingga Dogecoin Kompak Menguat

Bitcoin hingga Dogecoin Kompak Menguat

Whats New
Pemerintah Larang 13 Produk Crossborder Masuk Indonesia

Pemerintah Larang 13 Produk Crossborder Masuk Indonesia

Whats New
Mengenal YFI, Aset Kripto yang Harganya Tembus Rp 1 Miliar

Mengenal YFI, Aset Kripto yang Harganya Tembus Rp 1 Miliar

Earn Smart
Pemerintah Punya Utang ke Bulog Rp 1,28 Triliun, Buwas Minta Bantuan DPR

Pemerintah Punya Utang ke Bulog Rp 1,28 Triliun, Buwas Minta Bantuan DPR

Whats New
Promo Tambah Daya Listrik Tersedia hingga Akhir Mei, Ini Biayanya

Promo Tambah Daya Listrik Tersedia hingga Akhir Mei, Ini Biayanya

Spend Smart
Vaksin Covid-19 Gotong Royong, Mendag: Perekonomian Bangsa Bisa Bergerak Kembali...

Vaksin Covid-19 Gotong Royong, Mendag: Perekonomian Bangsa Bisa Bergerak Kembali...

Whats New
Apresiasi Pelanggan Industri Kecil, PGN Gandeng Tokopedia Hadirkan Event 'Dapur GasKita'

Apresiasi Pelanggan Industri Kecil, PGN Gandeng Tokopedia Hadirkan Event "Dapur GasKita"

Rilis
Bulog Pastikan Tidak Akan Impor Beras hingga Akhir 2021

Bulog Pastikan Tidak Akan Impor Beras hingga Akhir 2021

Whats New
BI Diproyeksi Naikkan Suku Bunga 50 Bps hingga Akhir 2022

BI Diproyeksi Naikkan Suku Bunga 50 Bps hingga Akhir 2022

Whats New
Menakar Untung Rugi GoTo bagi Ekonomi Nasional

Menakar Untung Rugi GoTo bagi Ekonomi Nasional

Whats New
Kisah di Balik Sandal Jepit Swallow, Alas Kaki Populer Asli Indonesia

Kisah di Balik Sandal Jepit Swallow, Alas Kaki Populer Asli Indonesia

Smartpreneur
Ini Jumlah Peserta yang Terdaftar dalam Program Vaksinasi Gotong Royong

Ini Jumlah Peserta yang Terdaftar dalam Program Vaksinasi Gotong Royong

Whats New
Morgan Stanley Revisi Ekonomi Indonesia 2021 Jadi Hanya 4,5 Persen

Morgan Stanley Revisi Ekonomi Indonesia 2021 Jadi Hanya 4,5 Persen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X