Soal Kemungkinan Lockdown, Ekonom Minta Pemerintah Lakukan Persiapan Matang

Kompas.com - 30/03/2020, 08:08 WIB
Pengendara ojek daring melintasi jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Pemprov DKI Jakarta melakukan pembatasan aktivitas di Ibu Kota dengan memperpanjang masa tanggap darurat COVID-19 hingga 19 April 2020 sehubungan dengan meluasnya pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATPengendara ojek daring melintasi jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Pemprov DKI Jakarta melakukan pembatasan aktivitas di Ibu Kota dengan memperpanjang masa tanggap darurat COVID-19 hingga 19 April 2020 sehubungan dengan meluasnya pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini, Senin (30/3/2020), pemerintah bakal melakukan rapat mengenai kemungkinan dilakukannya karantina wilayah (lockdown) untuk kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan skema sekaligus skenario yang akan diberlakukan jika Jakarta mulai menutup akses masuk dan keluar Jakarta.

Pemerintah pun hari ini akan melakukan rapat terkait hal itu.

Lalu, apa dampak lockdown Jabodetabek bagi kondisi perekonomian RI?

Baca juga: Ini Gambaran Skemanya Jika Lockdown Diterapkan untuk Jabodetabek

Direktur Riset Centre on Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, dengan diterapkannya karantina lokal, defisit fiskal pasti akan melebar. Namun, sebenarnya kerugian yang dialami pemerintah melalui defisit fiskal tetap terjadi meski lockdown tidak diberlakukan.

Pasalnya, pengeluaran pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, bantuan sosial, hingga stimulus ekonomi bagi dunia usaha akan sama besarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Lockdown atau bukan lockdown itu masalah pencegahan wabah, bukan langkah ekonomi," ujar dia ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (29/3/2020).

Dia pun mengatakan, jika memang opsi karantina lokal dipilih oleh pemerintah, persiapannya pun harus matang, terutama dalam hal pemenuhan ketersediaan pangan serta hal dasar lainnya.

Untuk itu, pemerintah seharusnya memiliki data dan mempersiapkan sistem yang bisa menjamin berbagai bantuan bisa terdistribusi tepat waktu. Hal itu untuk mengurangi terjadinya kericuhan lantaran distribusi kebutuhan pokok tak merata di masyarakat.

"Memang lockdown akan menyebabkan perekonomian terhenti dan masyarakat khususnya yang miskin akan menderita. Itu kalau lockdown-nya tidak terencana. Lockdown dilakukan secara terpaksa tanpa perencanaan," ujar dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Direktur Organisasi Pangan PBB Sebut 2 Persen Kekayaan Elon Musk Bisa Selesaikan Masalah Kelaparan Dunia

Direktur Organisasi Pangan PBB Sebut 2 Persen Kekayaan Elon Musk Bisa Selesaikan Masalah Kelaparan Dunia

Whats New
Tingkat Imbalan Lelang Sukuk Negara pada 2 November 2021

Tingkat Imbalan Lelang Sukuk Negara pada 2 November 2021

Rilis
Pemerintah Kantongi Rp 8 Triliun dari Hasil Lelang Surat Utang Negara

Pemerintah Kantongi Rp 8 Triliun dari Hasil Lelang Surat Utang Negara

Rilis
Ekonomi Dipatok Tumbuh 4 Persen, Sri Mulyani: Proyeksi IMF dan OECD Terlalu Rendah

Ekonomi Dipatok Tumbuh 4 Persen, Sri Mulyani: Proyeksi IMF dan OECD Terlalu Rendah

Whats New
Pengertian Profit Taking, Cut Loss, dan Stop Loss Pada Investasi Saham

Pengertian Profit Taking, Cut Loss, dan Stop Loss Pada Investasi Saham

Spend Smart
Gojek Luncurkan 3 Layanan Terbaru, Apa Saja?

Gojek Luncurkan 3 Layanan Terbaru, Apa Saja?

Whats New
Gojek Targetkan Pakai 5.000 Unit Motor Listrik Untuk Semua Layanan

Gojek Targetkan Pakai 5.000 Unit Motor Listrik Untuk Semua Layanan

Whats New
BI: Biaya Transfer Rp 2.500 Berlaku Mulai Minggu Kedua Desember 2021

BI: Biaya Transfer Rp 2.500 Berlaku Mulai Minggu Kedua Desember 2021

Whats New
Penerima Subsidi Gaji Ditambah 1,6 Juta, Simak Cara Mengeceknya

Penerima Subsidi Gaji Ditambah 1,6 Juta, Simak Cara Mengeceknya

Whats New
Rupiah dan IHSG Melemah Pada Sesi I Perdagangan

Rupiah dan IHSG Melemah Pada Sesi I Perdagangan

Whats New
Cara Membayar Tagihan Shopee Paylater dan Batas Waktu Pembayarannya

Cara Membayar Tagihan Shopee Paylater dan Batas Waktu Pembayarannya

Spend Smart
Bakal IPO, Mitratel Tawarkan 29,85 Persen Saham ke Publik

Bakal IPO, Mitratel Tawarkan 29,85 Persen Saham ke Publik

Whats New
Ada Dugaan Kecurangan Seleksi CPNS, Menteri Tjahjo Pastikan Peserta Didiskualifikasi

Ada Dugaan Kecurangan Seleksi CPNS, Menteri Tjahjo Pastikan Peserta Didiskualifikasi

Whats New
Waspadai Inflasi Dunia, Sri Mulyani: Disrupsi Lebih Panjang dari Perkiraan...

Waspadai Inflasi Dunia, Sri Mulyani: Disrupsi Lebih Panjang dari Perkiraan...

Whats New
BRI Cetak Pertumbuhan Laba 34,7 Persen di Kuartal III Tahun 2021

BRI Cetak Pertumbuhan Laba 34,7 Persen di Kuartal III Tahun 2021

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.