Asosiasi Peritel Minta Akses Ojek Online ke Mal Dipermudah, Kenapa?

Kompas.com - 30/03/2020, 14:59 WIB
Ojek online menggunakna GPS pada ponsel saat berkendara mengantar dan menjemput penumpang. Ojek online menggunakna GPS pada ponsel saat berkendara mengantar dan menjemput penumpang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah penyebaran virus corona, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di luar rumah kecuali mendesak.

Akhirnya, ojek online (ojol) berperan penting dalam mendorong penjualan industri ritel di pusat perbelanjaan. Sebab, ojek online melayani pesan antar makanan maupun pengiriman barang.

Untuk itu, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) meminta agar akses masuk ojek online ke mal dipermudah.

Baca juga: Pengusaha Ritel Diminta Sediakan Masker hingga Hand Sanitizer untuk Karyawannya

Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengatakan, kemudahan akses untuk ojek online diperlukan untuk memfasilitasi penjualan kepada konsumen, yang kini banyak berada di rumah. Menurutnya, langkah ini akan membantu para tenant yang tengah sulit menjual barang dagangannya.

“Untuk itu, kami sedang berkoordinasi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) agar akses Ojol dipermudah. Seperti lokasi parkir hingga pembebasan tarif parkir atau minimal diringankan,” kata Budihardjo dalam keterangannya, Senin (30/3/2020).

Hippindo juga meminta agar ada penyesuaian dari pusat perbelanjaan, semisal pemindahan dapur para industri ritel makanan dan minuman agar mempercepat proses pengambilan barang oleh ojol.

Sehingga, ini akan mendorong penjualan industri ritel yang saat ini anjlok hingga 95 persen.

Baca juga: Ada Kasus Corona, Pengusaha Ritel Minta Masyarakat Tak Panik Belanja

Sebelumnya, Hippindo juga telah mengirimkan surat kepada APPBI pada 19 Maret, agar memberikan pembebasan terhadap biaya sewa dan service charge selama tiga bulan. Sebab, industri ritel saat ini tengah dalam kondisi sulit.

Apalagi, kondisi sulit ini ditambah dengan kenaikkan upah minimum regional (UMR) yang diresmikan pada awal tahun.

Selain itu, pengusaha ritel harus bersiap untuk membayarkan kewajiban tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya.

Budihardjo juga mengatakan, memang beberapa mal telah menyediakan akses masuk khusus ojol supaya teratur dan rapi.

 

Baca juga: Pengusaha Ritel: Pembatasan Pembelian Bahan Pokok untuk Cegah Spekulan

Namun, saat ini yang dibutuhkan adalah fasilitas yang mempermudah penjualan online via ojol.

“Kami harus menjadi lokomotif terdepan mencari terobosan untuk mengahadapi kondisi sulit akibat wabah Covid-19 ini,” kata Budihardjo.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X