Kompas.com - 30/03/2020, 15:22 WIB
Ratusan pemudik yang tiba dengan KM Ngapulu menjalani pemeriksaan ketat oleh petugas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Minggu malam (29/3/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYRatusan pemudik yang tiba dengan KM Ngapulu menjalani pemeriksaan ketat oleh petugas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Minggu malam (29/3/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi mengatakan, seluruh pihak instansi terkait masih mengkaji terkait pembatasan mudik tahun ini.

Pembatasan itu dilakukan upaya untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Kajian tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta untuk diselesaikan dalam waktu dua hari. Hal ini disampaikan Presiden dalam rapat terbatas (ratas) melalui konferensi video internal.

Baca juga: Pemerintah Larang PNS Mudik Lebaran

"Kajian diharapkan selesai dalam dua hari dan Presiden akan memutuskan," kata Jodi melalui keterangan tertulisnya, Senin (30/3/2020).

Pasalnya, keputusan mudik tahun ini belum menemukan titik terang. Apalagi kebijakan tersebut diharapkan mampu menekan pandemi virus corona.

Jodi menambahkan, hasil rapat mengenai pembatasan mudik itu, Jokowi meminta dilakukan kajian kembali bagaimana mitigasi dari sisi ekonomi khususnya kepada masyarakat yang terdampak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena sebagian besar yang mudik ini adalah pekerja sektor informal yang kehilangan pendapatannya di Jakarta. Khususnya bagaimana kesiapan jaring pengaman sosial yang akan diberikan," ujarnya.

Baca juga: Demi Keluarga di Kampung, Kementerian BUMN: Kita Jangan Mudik!

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menilai perlu langkah lebih tegas untuk mencegah masyarakat di wilayah Jabodetabek yang telah terpapar virus corona Covid-19 untuk pulang ke kampung halamannya.

Menurut Jokowi, imbauan yang selama ini disampaikan belum cukup.

"Demi keselamatan bersama saya juga minta dilakukan langkah-langkah yang lebih tegas untuk mencegah terjadinya pergerakan orang ke daerah," kata Jokowi saat rapat terbatas lewat video conference dari Istana Bogor, Senin (30/3/2020).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.