Anggota DPR Sarankan Jokowi Terbitkan Inpres Relaksasi Kredit

Kompas.com - 30/03/2020, 17:05 WIB
Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade KOMPAS.COM/PERDANA PUTRAKetua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyarankan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menerbitkan instruksi presiden (Inpres) terkait relaksasi kredit UMKM serta penangguhan pembayaran cicilan kendaraan selama satu tahun.

"Soal cicilan, kita butuh surat tertulis atau instruksi presiden kepada OJK. Supaya OJK bisa bertindak cepat untuk mengeluarkan kebijakan soal cicilan ini," katanya ketika dihubungi Kompas.com, Senin (30/3/2020).

Komisi VI sendiri memang tidak membidangi sektor keuangan, namun membidangi koperasi dan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 18 Tahun

Andre menilai pemerintah dan OJK harus menunjukkan keberpihakan terhadap pekerja informal dan UMKM yang kini sedang dilanda kesulitan mencari nafkah akibat adanya pandemi virus corona (Covid-19).

Tanpa adanya Inpres, pihak penagih atau debt collector dinilai tetap akan menagih para debitur UMKM untuk membayar cicilannya.

Politisi dari Partai Gerindra ini juga meminta kepada pihak OJK untuk memberikan keringanan terhadap para debitur pekerja informal tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami masih ingat Komisioner OJK masih lemah dalam pengawasan Jiwasraya dan itu melukai rakyat. Jangan sampai OJK membuat kebijakan yang mempersulit rakyat," kata dia.

Baca juga: Fakta-fakta Pelonggaran Kredit, Tidak untuk Semua hingga Mulai Hari Ini

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng berpendapat, inpres harus disertai dengan payung hukum perundang-undangan yang kuat sehingga pihak penagih mematuhi regulasi tersebut.

"Instruksi Presiden harus disertai aturan perundang-undanvan yang mengikat agar OJK bisa membuat aturan pelaksana kepada perbankan untuk merelaksasi pembayaran cicilan pihak ojek online secara detail," ujarnya.

Namun, untuk kondisi saat ini, lanjut Mekeng, keterangan tertulis inpres sudah menguatkan OJK untuk menerapkan skema kebijakan relaksasi bagi debitur.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.