Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Diminta Prioritaskan Distribusi Daging Ayam dan Telur

Kompas.com - 30/03/2020, 17:32 WIB
Fika Nurul Ulya,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) meminta pemerintah memprioritaskan distribusi pangan daging ayam dan telur guna menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Hal itu diutarakan oleh Ketua GPPU Achmad Dawami dalam surat dengan nomor 01/TPDT/ist/III/2020 kepada 3 menteri sekaligus, yaitu Menteri Perhubungan, Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian.

"Kami berharap pemerintah mengambif langkah antisipatif, preventif, dan koordinasi dengan seluruh pemda agar produk-produk pangan yang berasal dari peternakan ayam beserta suportingnya tetap dapat melakukan pengiriman secara prioritas," kata Achmad dalam suratnya, Senin (30/3/2020).

Baca juga: Ingat, Sensus Penduduk Online Berakhir Besok

Achmad mengatakan, distribusi prioritas dibutuhkan karena daging ayam dan telur merupakan produk bersifat perishable alias memiliki jangka waktu pendek. Bila dibiarkan berlama-lama, produk tersebut akan cenderung rusak dan membusuk sehingga tidak aman untuk dikonsumsi.

Lebih lanjut dia menuturkan, prioritas distribusi diperlukan untuk mencegah beragam masalah yang muncul akibat kebijakan pembatasan lalu lintas angkutan barang di tengah upaya mencegah penyebaran virus corona.

Pasalnya asosiasi mulai merasakan pembatasan lalu lintas berakibat tidak terselenggaranya proses produksi dengan baik, bahkan terhenti.

Baca juga: Ramalan IMF Bikin Rupiah Ditutup Melemah

Bagi peternak ayam broiler misalnya, pengeluaran semakin terhambat dan dapat meningkatkan deplesi (susutnya) berat badan ayam. Distribusi telur pun terganggu yang berakibat penumpukan telur di peternakan masing-masing.

"Distribusi ayam, daging ayam, dan telur serta produk-produk ikutannya juga mulai terganggu. Disamping karena hambatan transportasi, pedagang maupun agen mulai banyak yang tutup akibat wabah," ujar Achmad.

Untuk memperlancar, pihaknya ingin pemerintah memberikan kebijakan tersebut secara tertulis.

Baca juga: Ini Cara Cari Rumah dan Ajukan KPR Secara Online

Lancarkan distribusi

GPPU bukanlah satu-satunya asosiasi perunggasan yang meminta kelonggaran. Beberapa asosiasi lain seperti Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) juga meminta pemerintah tetap melancarkan distribusi.

Pasalnya, isu lockdown dalam beberapa hari terakhir kian menguat seiring dengan pernyataan beberapa pejabat tinggi negara. Terlebih beberapa wilayah telah melakukan lockdown lokal.

Dalam surat edaran nomor 058P/BP-GPMT/III/’20 tentang "Masukan untuk Peraturan Pemerintah Jika dilakukan Lockdown", Ketua Umum GPMT Desianto Budi Utomo memohon, transportasi untuk distribusi hendaknya tidak dibatasi.

"Mohon dapat dipastikan agar transportasi dan distribusi yang berhubungan dengan pakan dan bahan pakan tidak termasuk yang dibatasi," kata Desianto seperti dikutip dalam surat edaran, Senin (30/3/2020).

Baca juga: Pemerintah Larang PNS Mudik Lebaran

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

BPJPH Beri Sertifikat Halal Seumur Hidup ke Dunkin'

BPJPH Beri Sertifikat Halal Seumur Hidup ke Dunkin'

Whats New
Mengenal Mata Uang India dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang India dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Arus Balik Lebaran, Tol Fungsional Cibitung-Cimanggis akan Dibuka sampai 17.00 WIB

Arus Balik Lebaran, Tol Fungsional Cibitung-Cimanggis akan Dibuka sampai 17.00 WIB

Whats New
Harga Emas Antam Hari Sabtu Ini, Anjlok Rp 14.000 Per Gram

Harga Emas Antam Hari Sabtu Ini, Anjlok Rp 14.000 Per Gram

Whats New
Inggris Keluar dari Resesi, Ini yang Harus Dihadapi ke Depannya

Inggris Keluar dari Resesi, Ini yang Harus Dihadapi ke Depannya

Whats New
Kementan Bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten Kembangkan Padi Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Kementan Bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten Kembangkan Padi Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Whats New
Program Pompanisasi dari Mentan Amran di Subang Tuai Respons Positif

Program Pompanisasi dari Mentan Amran di Subang Tuai Respons Positif

Whats New
Khusus H+2 Lebaran, Kereta Api Jadi Moda Angkutan Umum 'Terlaris'

Khusus H+2 Lebaran, Kereta Api Jadi Moda Angkutan Umum "Terlaris"

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 13 April 2024

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 13 April 2024

Spend Smart
Ada Promo Tiket Bioskop XXI, CGV, Cinepolis, Simak Cara Mendapatkannya

Ada Promo Tiket Bioskop XXI, CGV, Cinepolis, Simak Cara Mendapatkannya

Whats New
[POPULER MONEY] 5 Keuntungan Investasi Emas buat Pemula Baru | Miliarder Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati dalam Kasus Penipuan

[POPULER MONEY] 5 Keuntungan Investasi Emas buat Pemula Baru | Miliarder Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati dalam Kasus Penipuan

Whats New
Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk SMA hingga S1, Ini Persyaratannya

Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk SMA hingga S1, Ini Persyaratannya

Whats New
Jelang Arus Balik, Jasa Marga Imbau Pemudik Optimalkan Tempat Istirahat

Jelang Arus Balik, Jasa Marga Imbau Pemudik Optimalkan Tempat Istirahat

Whats New
Pelintasan Kereta Api Tanggung Jawab Siapa? Simak Aturannya

Pelintasan Kereta Api Tanggung Jawab Siapa? Simak Aturannya

Whats New
6 Cara Mudah Cek Saldo e-mOney Mandiri lewat HP

6 Cara Mudah Cek Saldo e-mOney Mandiri lewat HP

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com