Pemerintah Diminta Prioritaskan Distribusi Daging Ayam dan Telur

Kompas.com - 30/03/2020, 17:32 WIB
Seorang pedagang telur saat berjualan di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis  (19/7/2018). Akibat tingginya permintaan, harga jual telur ayam ras mencapai hingga Rp 29.000 per kilogram atau untuk harga eceran tembus Rp 2.500 per butir. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISeorang pedagang telur saat berjualan di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (19/7/2018). Akibat tingginya permintaan, harga jual telur ayam ras mencapai hingga Rp 29.000 per kilogram atau untuk harga eceran tembus Rp 2.500 per butir.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) meminta pemerintah memprioritaskan distribusi pangan daging ayam dan telur guna menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Hal itu diutarakan oleh Ketua GPPU Achmad Dawami dalam surat dengan nomor 01/TPDT/ist/III/2020 kepada 3 menteri sekaligus, yaitu Menteri Perhubungan, Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian.

"Kami berharap pemerintah mengambif langkah antisipatif, preventif, dan koordinasi dengan seluruh pemda agar produk-produk pangan yang berasal dari peternakan ayam beserta suportingnya tetap dapat melakukan pengiriman secara prioritas," kata Achmad dalam suratnya, Senin (30/3/2020).

Baca juga: Ingat, Sensus Penduduk Online Berakhir Besok

Achmad mengatakan, distribusi prioritas dibutuhkan karena daging ayam dan telur merupakan produk bersifat perishable alias memiliki jangka waktu pendek. Bila dibiarkan berlama-lama, produk tersebut akan cenderung rusak dan membusuk sehingga tidak aman untuk dikonsumsi.

Lebih lanjut dia menuturkan, prioritas distribusi diperlukan untuk mencegah beragam masalah yang muncul akibat kebijakan pembatasan lalu lintas angkutan barang di tengah upaya mencegah penyebaran virus corona.

Pasalnya asosiasi mulai merasakan pembatasan lalu lintas berakibat tidak terselenggaranya proses produksi dengan baik, bahkan terhenti.

Baca juga: Ramalan IMF Bikin Rupiah Ditutup Melemah

Bagi peternak ayam broiler misalnya, pengeluaran semakin terhambat dan dapat meningkatkan deplesi (susutnya) berat badan ayam. Distribusi telur pun terganggu yang berakibat penumpukan telur di peternakan masing-masing.

"Distribusi ayam, daging ayam, dan telur serta produk-produk ikutannya juga mulai terganggu. Disamping karena hambatan transportasi, pedagang maupun agen mulai banyak yang tutup akibat wabah," ujar Achmad.

Untuk memperlancar, pihaknya ingin pemerintah memberikan kebijakan tersebut secara tertulis.

Baca juga: Ini Cara Cari Rumah dan Ajukan KPR Secara Online

Lancarkan distribusi

GPPU bukanlah satu-satunya asosiasi perunggasan yang meminta kelonggaran. Beberapa asosiasi lain seperti Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) juga meminta pemerintah tetap melancarkan distribusi.

Pasalnya, isu lockdown dalam beberapa hari terakhir kian menguat seiring dengan pernyataan beberapa pejabat tinggi negara. Terlebih beberapa wilayah telah melakukan lockdown lokal.

Dalam surat edaran nomor 058P/BP-GPMT/III/’20 tentang "Masukan untuk Peraturan Pemerintah Jika dilakukan Lockdown", Ketua Umum GPMT Desianto Budi Utomo memohon, transportasi untuk distribusi hendaknya tidak dibatasi.

"Mohon dapat dipastikan agar transportasi dan distribusi yang berhubungan dengan pakan dan bahan pakan tidak termasuk yang dibatasi," kata Desianto seperti dikutip dalam surat edaran, Senin (30/3/2020).

Baca juga: Pemerintah Larang PNS Mudik Lebaran



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X