Trump Telepon Putin, Harga Minyak Mentah Naik

Kompas.com - 31/03/2020, 10:04 WIB
Ilustrasi produksi minyak ThinkstockphotosIlustrasi produksi minyak

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak kembali pulih pada Selasa (31/3/2020) usai Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat menstabilkan harga minyak dunia.

Dikutip Reuters, Selasa (31/3/2020), AS mengatakan kepada Rusia perang harga minyak dengan Arab Saudi yang terjadi pada awal Maret 2020 lalu merupakan hal yang gila.

Kendati naik, harga minyak tetap mendekati posisi terendah dalam 18 tahun terakhir karena wabah virus corona mengikis permintaan.

Harga minyak mentah jenis Brent naik 19 sen atau 0,8 persen, pada harga 22,95 dollar AS per barrel, setelah ditutup pada harga 22,76 dollar AS per barrel pada sesi sebelumnya. Angka penutupan merupakan yang terendah sejak November 2002.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 18 Tahun

Sementara itu, minyak mentah WTI naik 59 sen atau 2,9 persen, menjadi 20,68 dollar AS per barrel, setelah turun di harga 20,09 dollar AS per barrel, yang merupakan penutupan terendah sejak Februari 2002.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat dalam sambungan telepon yang terjadi pada Senin (30/3/2020). Trump meminta penjabat energi utama di Rusia membahas penstabilan harga minyak.

“Presiden Trump memanggil Presiden Putin untuk membahas minyak. Agaknya, dalam upaya untuk membuat Rusia 'menarik kursi ke meja perundingan' dengan Arab Saudi atau bahkan mungkin melonggarkan sanksi terhadap Rusia," kata analis AxiTrader, Stephen Innes.

"Tanda-tanda Rusia dan Saudi akan positif untuk minyak. Tapi ini adalah cerita yang berkembang, dan harga minyak WTI telah pulih di atas 20 dollar AS setelah sesi kacau," lanjutnya.

Baca juga: Turun Lagi, Harga Minyak Dunia di Bawah 20 Dollar AS

Menurut kementerian energi Arab Saudi, Arab Saudi yang merupakan pemimpin de facto Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), berencana untuk meningkatkan ekspor minyaknya menjadi 10,6 juta barrel per hari (bph) mulai Mei dari konsumsi domestik yang lebih rendah.

Sementara itu, kilang minyak global telah memangkas produksinya karena menurunnya permintaan bahan bakar transportasi. Kilang minyak Eropa memangkas produksi sedikitnya 1,3 juta barrel per hari (bpd).

Sebagai informasi, pasar minyak menghadapi pukulan ganda akibat wabah virus corona, di samping perang harga antara Arab Saudi dan Rusia.

Perang dagang terjadi setelah negara-negara OPEC dan produsen minyak diluar kartel minyak itu gagal menyepakati pemotongan harga lebih dalam untuk mendukung harga minyak pada awal Maret 2020.

Baca juga: Permintaan Merosot, Harga Minyak Dunia Anjlok 7,7 Persen

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X