Karantina ala Crazy Rich Asian Saat Corona: Pelesiran ke Pulau Pribadi

Kompas.com - 31/03/2020, 12:27 WIB
Di Pulau Cempedak, setiap bungalow memiliki kolam terjun sendiri. Dok. Pulau CempedakDi Pulau Cempedak, setiap bungalow memiliki kolam terjun sendiri.

Karena kekhawatiran akan virus corona, banyak pembeli mencari pulau-pulau yang bisa dimiliki di berbagai belahan dunia, termasuk beberapa pulau di Benua Amerika yang kini menjadi favorit incaran orang kaya Asia.

"Sudah ada peningkatan minat terhadap pulau-pulau bebas dalam beberapa bulan terakhir, terutama di Karibia dan Amerika Tengah," ujar CEO Private Island Inc, Chris Krolow.

Private Island Inc merupakan perusahaan properti yang berbasis di Ontario dan menjadi pemilik dari Gladden Private Island, sebuah resor besar di Atol Barrier, Belize, Laut Karibia, yang disewakan seharga 3.695 dollar AS per malam.

"Pembeli dari Asia adalah investor yang hati-hati. Mereka mencari tempat persembunyian untuk bisa digunakan sendiri dan juga di suatu tempat yang bisa mendatangkan uang di masa depan. Terlepas apakah nantinya mereka akan mengembangkannya atau menjualnya kembali," kata Krolow.

Baca juga: Akibat Lockdown, Banyak Orang India Tak Sanggup Bayar Kontrakan

Perusahaan milik Krolow mencantumkan hampir 700 properti yang bisa dijual, mulai dari pulau seluas 2,5 hektar di Nova Scotia yang dihargai 59.000 dollar AS, hingga pulau dengan luas 9 hektar di Kepulauan Solomon yang dibanderol 25 juta dollar AS.

Perubahan iklim menjadi masalah risiko bagi para calon pemilik pulau pribadi. Sebab, pemanasan global menjadi ancaman bagi semua properti yang berada di pesisir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Calon pembeli biasanya akan mempertimbangkan kemudahan akses dengan memperhitungkan jarak dari daratan dan cuaca. Lalu, sumber air minum dan peraturan pemerintah setempat.

Risiko-risiko ini yang mendorong para crazy rich Asian lebih senang membeli pulau pribadi yang sudah dikembangkan Krolow.

Baca juga: BPS: Tenggat Waktu Sensus Penduduk secara Online Kemungkinan Diperpanjang

Selain itu, menurut Farhad Vladi, pemilik Vladi Private Island dari Hamburg, Jerman, masalah imigrasi juga menjadi pertimbangn lain.

Banyak pelanggan Vladi berasal dari Asia yang akhirnya membeli pulau privat di Selandia Baru, Karibia, Skotlandia, dan Maladewa. Namun, dari sekian negara-negara itu, Panama menjadi favorit orang kaya China karena kemudahan persyaratan.

"Walaupun pulau-pulau terisolasi dan relatif aman, mereka jarang sepenuhnya mandiri. Jadi pemilik pulau harus ingat bahwa mereka juga harus berhubungan dengan dunia luar dari waktu ke waktu," terang Vladi.

Pulau-pulau yang dijual di situs Vladi banyak berada di Round Island, Kanada, yang harganya sekitar 55.000 dollar AS. Kemudian, pulau-pulau yang ada di Pumpkin Key, Florida, yang harganya mencapai 95 juta dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.