Rekam Jejak Bisnis Kayu Bob Hasan, Raja Hutan di Era Orde Baru

Kompas.com - 31/03/2020, 14:39 WIB
Mantan Menperindag zaman kabinet Soeharto. Foto diambil pada 6 Mei 2005. KOMPAS/EDDY HASBYMantan Menperindag zaman kabinet Soeharto. Foto diambil pada 6 Mei 2005.

"Dan untuk penanaman ini bisa memperkerjakan tenaga kerja hingga 50.000 orang setiap tahunnya," tutur Bob Hasan.

Bob mengatakan, sebenarnya Indonesia hanya memotong hutan kurang dari 0,2 meter kubik/tahun/ha. Jadi luas hutan Indonesia yang 143 ha, hanya dipotong kayunya sejumlah 30 juta meter kubik per tahun (Harian Kompas, 31 Agustus 1993)

Sedang hutan di Midwest, telah dijadikan ladang kedelai atau AS bagian selatan yang menjadi ladang kapas. AS juga mengalami banyak masalah lingkungan seperti kebakaran hutan dan banjir setiap tahun. Begitu pula Australia yang sebagian besar wilayahnya berupa tanah merah tanpa pepohonan.

Ia berpendapat, serangan negara maju itu lebih disebabkan kekhawatiran bahwa Indonesia akan menjadi pesaing mereka di dalam perdagangan internasional.

Baca juga: Bob Hasan Meninggal di RSPAD akibat Kanker

Hal itu sudah tampak dalam pengenaan bea masuk sebanyak 8,2 persen terhadap ekspor kayu lapis Indonesia ke AS, sementara Brasil hanya empat persen, sedang Filipina dan Malaysia bebas.

Indonesia, menurut Bob Hasan, merupakan satu-satunya negara yang memberikan alokasi khusus terhadap proyek penghutanan kembali sebesar 450 dollar AS per tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bob Hasan pula yang mendirikan pabrik bubur kertas PT Kiani Kertas . Tahun 1994, perusahaannya membangun pabrik pulp pertama di Kalimantan Timur di atas areal seluas 400 ha.

Pembangunan pabrik bubur kertas itu menelan dana sebesar 875 juta dollar AS (Rp 1,7 triliun). Dana tersebut, sebagian akan dibiayai dengan modal sendiri sebesar 130 juta dollar AS.

Mendirikan Gatra dan dipenjara

Bob Hasan merambah bisnis media dengan mendirikan Majalah Gatra di tahun 1994. Kelahiran media baru tersebut mendapat dukungan penuh dari Presiden Soeharto. Bisnis lain juga digelutinya antara lain otomotif, asuransi, dan keuangan.

Karir bisnis sempat mengalami masa suram saat dirinya harus mendekam di Penjara Nuasakambangan. Dia divonis dua tahun penjara Bob karena menjadi pemegang saham PT Mapindo, yang terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi dan merugikan negara senilai 243 juta dollar AS.

Baca juga: Pesan Bob Hasan untuk Atlet-atlet PB PASI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.