Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 31/03/2020, 16:27 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot Selasa (31/3/2020) kembali menguat.

Mengutip data Bloomberg rupiah ditutup pada level Rp 16.310 per dollar AS atau menguat 28 poin (0,17 persen) dibandingkan penutupan Senin pada Rp 16.358 per dollar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penguatan rupiah sore ini terdorong optimisme pasar terkait kabar dari Biro Statistik Nasional China yang melaporkan kenaikan indeks Purchasing Managers' Index (PMI) periode Maret yang melonjak drastis dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca juga: Luhut Soal BLT: Presiden Selalu Berpikiran, Orang Susah Jangan Ditambah Susah

“Lonjakan PMI menunjukkan industri manufaktur China sudah bangkit setelah dihantam virus corona. Pembelian bahan baku dan barang modal untuk proses produksi sudah meningkat,” kata Ibrahim.

Tidak hanya sektor manufaktur, PMI sektor jasa juga melejit sehingga semakin mempertegas aktivitas ekonomi di China sudah mulai pulih.

Sementara itu, pasar juga banyak berharap pada rencana penggelontoran simulus fiskal senilai 2,2 triliun dollar AS yang mana stimulus ini sebagian akan digunakan untuk bantuan pengembangan vaksin virus corona.

“Dari nilai 2,2 triliun dollar AS, pemerintah AS akan menggelontorkan 421 miliar dollar AS untuk membantu Johnson & Johnson dalam membangun fasilitas produksi baru yang membutuhkan investasi 1 miliar dollar AS,” ungkapnya.

Baca juga: Jiwasraya Telah Kantongi Rp 1,4 Triliun dari Uang Muka Penjualan Citos

Dengan investasi tersebut, perusahaan Johnson & Johnson ditargetkan mampu memproduksi vaksin virus corona sebanyak 1 miliar dosis.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan status darurat kesehatan masyarakat untuk menanggulangi wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Kebijakan tersebut diambil setelah menetapkan Covid-19 sebegai jenis penyakit dan faktor risiko yang menimbulkan kedaruratan masyarakat.

Baca juga: Luhut Tak Menduga, Banyak Masyarakat yang Sudah Mudik



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X