Meski Ada Wabah Corona, Rp 22,2 Triliun Modal Asing Masuk ke RI

Kompas.com - 31/03/2020, 17:01 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memimpin konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (24/10/2019). KOMPAS/PRIYOMBODOGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memimpin konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, meski virus corona (Covid-19) mewabah, namun ada aliran modal asing yang masuk ke Indonesia (inflow).

Adapun aliran modal asing yang masuk ke Indonesia sebesar Rp 22,2 triliun melalui Pasar Surat Berharga Negara (SBN) yang dilelang hari ini.

Menurut Perry, aliran modal asing yang masuk menunjukkan keresahan investor di Pasar Modal mulai mereda.

Baca juga: Jiwasraya Telah Kantongi Rp 1,4 Triliun dari Uang Muka Penjualan Citos

"Berkaitan dengan aliran modal portfolio, dapat kami update, memang seminggu terakhir outflow mereda, bahkan sekarang juga mulai ada inflow," ujarnya melalui konferensi video, Selasa (31/3/2020).

"Antara lain dari lelang SBN hari ini oleh Menteri Keuangan saya mendapatkan kabar Rp 22,2 triliun dari target Rp 15 triliun, dari bet yang masuk Rp 35,15 triliun. Ini menunjukkan bahwa minat investasi ke Indonesia memang masih relatif tinggi," sambung Perry.

Meskipun demikian, akumulasi aliran modal asing yang keluar dari Indonesia (net outflow) sebesar Rp 145,1 triliun sepanjang 2020. Modal keluar melalui pasar SBN Rp 131,1 triliun dan pasar saham Rp 9,9 triliun.

Baca juga: Luhut Tak Menduga, Banyak Masyarakat yang Sudah Mudik

Perry menjelaskan, aliran modal asing yang keluar cukup besar justru terjadi sejak 20 Januari hingga 30 Maret 2020, karena mulai merebaknya wabah virus corona.

"Tapi sebagian besar outflow itu terjadi pada periode corona virus yaitu dari 20 Januari sampai 30 Maret," kata dia.

Oleh karena itu, Bank Indonesia berkomitmen terus melakukan stabilisasi di pasar, baik stabilisasi melalui pasar spot, Domestic Non Delivery Forward (DNDF), dan juga pembelian SBN dari pasar sekunder.

Selain itu, BI juga melakukan aksi pembelian kembali (buyback)SBN di pasar sekunder sebesar Rp 172,5 triliun.

"Sebagai informasi saja, year to date Bank Indonesia telah membeli SBN, totalnya Rp 172,5 triliun, diantaranya Rp 166,2 triliun itu adalah pembelian SBN dari pasar sekunder yang memang dilepas oleh investor asing," ucapnya.

Baca juga: Luhut Soal BLT: Presiden Selalu Berpikiran, Orang Susah Jangan Ditambah Susah



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AP II Sebut Jumlah Penumpang Pesawat Meningkat Signifikan

AP II Sebut Jumlah Penumpang Pesawat Meningkat Signifikan

Whats New
Daftar Kartu Prakerja Bisa Offline dan Online, Ini Penduan Lengkapnya

Daftar Kartu Prakerja Bisa Offline dan Online, Ini Penduan Lengkapnya

Work Smart
Panduan Lengkap Tes SKB di SSCN, Cetak Kartu Hingga Jadwal Ujian

Panduan Lengkap Tes SKB di SSCN, Cetak Kartu Hingga Jadwal Ujian

Work Smart
Tiga Bank Besar Ini Buka Lowongan Kerja, Berminat?

Tiga Bank Besar Ini Buka Lowongan Kerja, Berminat?

Work Smart
Kuota 800.000, Ini Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 4 Lewat Online

Kuota 800.000, Ini Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 4 Lewat Online

Work Smart
Anak Usaha BUMN Ini Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Anak Usaha BUMN Ini Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Work Smart
[POPULER MONEY] Rincian Besaran Gaji Ke-13 | Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 4

[POPULER MONEY] Rincian Besaran Gaji Ke-13 | Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 4

Whats New
Diincar Gibran Rakabuming, Berapa Gaji Wali Kota Solo?

Diincar Gibran Rakabuming, Berapa Gaji Wali Kota Solo?

Work Smart
Topang Ekonomi, Literasi Keuangan untuk UMKM dan Pengusaha Perempuan Penting

Topang Ekonomi, Literasi Keuangan untuk UMKM dan Pengusaha Perempuan Penting

Whats New
Kementan Bantu Petani di Tanah Bumbu Hadapi Kekeringan dengan RJIT

Kementan Bantu Petani di Tanah Bumbu Hadapi Kekeringan dengan RJIT

Rilis
[POPULER DI KOMPASIANA] Membedakan Pakar Asli dan Imitasi | Pelajaran dari Ledakan Beirut | Jangan Tunda Punya Rumah

[POPULER DI KOMPASIANA] Membedakan Pakar Asli dan Imitasi | Pelajaran dari Ledakan Beirut | Jangan Tunda Punya Rumah

Rilis
Ingat, Cuma Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang Dapat Subsidi Gaji Rp 600.000

Ingat, Cuma Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang Dapat Subsidi Gaji Rp 600.000

Work Smart
Persiapan Pembukaan Wisata Bali Tahap 3, Ini yang Akan Dilakukan Pemerintah

Persiapan Pembukaan Wisata Bali Tahap 3, Ini yang Akan Dilakukan Pemerintah

Whats New
Naikkan Kelas UMKM, Tak Cukup Hanya Bantuan Modal

Naikkan Kelas UMKM, Tak Cukup Hanya Bantuan Modal

Whats New
Sampoerna Sumbang Mesin PCR dan APD ke Malang dan Pasuruan

Sampoerna Sumbang Mesin PCR dan APD ke Malang dan Pasuruan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X