Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lanjutkan Penguatan, IHSG Naik ke 4.589,58

Kompas.com - 01/04/2020, 09:46 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka langsung melambung pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (1/4/2020). Padahal Bursa saham AS pada penutupan perdagangan kemarin terpantau jeblok.

Melansir data RTI, pukul 09.15 WIB, IHSG berada pada level 4.589,58 atau naik 50,65 poin (1,12 persen) dibanding penutupan Selasa pada 4.538,93.

Sebanyak 186 saham melaju di zona hijau dan 80 saham merah. Sedangkan 96 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,1 triliun dengan volume 639,9 juta saham.

Baca juga: Awal April, Harga Emas Antam Turun Rp 13.000

Pada penutupan perdagangan Selasa (31/3/2020), indeks saham AS terpantau merah. Dow Jones Industrial Average turun 3,87 persen, S&P 500 juga turun 1,6 persen dan Nasdaq juga turun 0,95 persen. Dollar Index juga mengalami penurunan sebesar 0,12 persen.

Sebelumnya, Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee menyebut faktor yang menjadi penyebab indeks bursa saham AS yang merah, karena tingkat kepercayaan konsumen AS turun akibat mengingkatnya wabah virus corona di negara tersebut.

“Tingkat kepercayaan konsumen AS turun, mungkin orang mulai khawatir karena AS mulai mengalami tekanan karena jumlah penduduk yang terkena virus corona meningkat. Tekanan ini akan menyebabkan IHSG juga tertekan,” kata Hans kepada Kompas.com.

Baca juga: Menghijau Sepanjang Selasa, Bagaimana Proyeksi IHSG Hari Ini?

Di sisi lain, beberapa indeks saham Asia terpantau merah, seperti indeks Hang Seng Hongkong yang trun 5,2 persen, disusul oleh indeks Strait Times Singapura melorot 0,69 persen, dan indeks Nikkei yang juga turun 0,89 persen. Sementara itu indeks komposit Shanghai terpantau naik 0,16 persen

Sementara itu, indeks saham Eropa terpantau melejit dengan kenaikan indeks FTSE sebesar 1,95 persen dan indeks Xetra Dax yang juga naik 1,2 persen.

Baca juga: Tak Ada Tagihan Listrik 3 Bulan ke Depan bagi Warga Miskin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PKT Gelontorkan Dana Rp 20 Triliun Bangun Pabrik Pupuk di Papua Barat

PKT Gelontorkan Dana Rp 20 Triliun Bangun Pabrik Pupuk di Papua Barat

Whats New
Stafsus Erick Thohir: Berkas Dugaan Korupsi Dana Pensiun BUMN Sudah di Tangan KPK

Stafsus Erick Thohir: Berkas Dugaan Korupsi Dana Pensiun BUMN Sudah di Tangan KPK

Whats New
Ribuan Investasi Ilegal Ditutup, OJK: Kami Heran Masyarakat Mudah Terjerat

Ribuan Investasi Ilegal Ditutup, OJK: Kami Heran Masyarakat Mudah Terjerat

Whats New
Bandara Internasional Akan Dipangkas Jadi 15, Kemenhub: Masih Dibahas

Bandara Internasional Akan Dipangkas Jadi 15, Kemenhub: Masih Dibahas

Whats New
Sail Teluk Cendrawasih, Luhut Minta Bisa Akselerasi peningkatan ekspor Hasil Kelautan

Sail Teluk Cendrawasih, Luhut Minta Bisa Akselerasi peningkatan ekspor Hasil Kelautan

Whats New
Untuk Atasi Kelangkaan Minyak Goreng, Minyakita Malah Langka...

Untuk Atasi Kelangkaan Minyak Goreng, Minyakita Malah Langka...

Whats New
Sepanjang 2022, OJK Catat Pengaduan Konsumen Didominasi Sektor Industri Keuangan Non Bank

Sepanjang 2022, OJK Catat Pengaduan Konsumen Didominasi Sektor Industri Keuangan Non Bank

Whats New
Inflasi Januari 5,28 Persen, Kemenkeu: Trennya Mulai Turun Perlahan

Inflasi Januari 5,28 Persen, Kemenkeu: Trennya Mulai Turun Perlahan

Whats New
Kasus Jiwasraya, OJK: Butuh Tambahan Modal untuk Migrasi Polis Nasabah ke IFG Life

Kasus Jiwasraya, OJK: Butuh Tambahan Modal untuk Migrasi Polis Nasabah ke IFG Life

Whats New
5 Tren Digitalisasi HR Dukung Pertumbuhan Bisnis pada 2023

5 Tren Digitalisasi HR Dukung Pertumbuhan Bisnis pada 2023

Whats New
Blibli Beri Promo Diskon hingga 90 Persen, Catat Tanggalnya

Blibli Beri Promo Diskon hingga 90 Persen, Catat Tanggalnya

Spend Smart
Mahal dan Langka, Ada Apa dengan Minyak Goreng MinyaKita?

Mahal dan Langka, Ada Apa dengan Minyak Goreng MinyaKita?

Whats New
Volume Transaksi Agen BRILink Tembus Rp 1.297 Triliun, BRI Targetkan Tambah 25.000 Agen

Volume Transaksi Agen BRILink Tembus Rp 1.297 Triliun, BRI Targetkan Tambah 25.000 Agen

Rilis
Tren 'Social Commerce' Marak, YLKI: Perlu Diatur agar Data Pengguna Aman

Tren "Social Commerce" Marak, YLKI: Perlu Diatur agar Data Pengguna Aman

Whats New
Luhut Pastikan Pembengkakan Biaya Kereta Cepat Selesai Minggu Depan

Luhut Pastikan Pembengkakan Biaya Kereta Cepat Selesai Minggu Depan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+