Bank Respons Positif Penurunan Biaya Transfer Kliring Bank Indonesia

Kompas.com - 01/04/2020, 10:24 WIB
Ilustrasi bank Thinkstockphotos.comIlustrasi bank

JAKARTA, KOMPAS.com - Mulai hari ini hingga akhir Desember 2020, Bank Indonesia (BI) akan menurunkan biaya Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) guna mendorong penggunaan pembayaran non tunai sebagai upaya memitigasi penyebaran virus corona (Covid-19).

Biaya transfer dana sistem kliring nasional dari nasabah ke bank atau juga sering disebut Lalu Lintas Giro (LLG) akan diturunkan dari semula maksimum Rp 3.500 menjadi Rp 2.900 dan biaya transfer kliring dari perbankan ke BI diturunkan dari semula Rp 600 menjadi Rp 1.

Perbankan menyambut baik kebijakan itu dan menyebut penurunan itu tidak berdampak signifikan menggerus fee based income bank.

 

Baca juga: Bank Indonesia Masih Optimistis Perekonomian RI akan Bangkit di Akhir Tahun

PT Bank Mandiri Tbk menyambut baik kebijakan BI tersebut. Harapannya masyarakat akan menurunkan kegiatan pertukaran uang tunai dan mendorong transaksi dilakukan secara online.

VP Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi menyebut penurunan biaya transaksi kliring relatif tidak berpengaruh terhadap penurunan fee based inocome dari transfer di Bank Mandiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebab dari sisi transaksi, sistem kliring nasional yang ada di Bank Mandiri relatif kecil terhadap total transaksi harian layanan e-channel kami," katanya sebagaimana dikutip dari Kontan.co.id, Rabu (31/3/2020).

Transfer dana merupakan salah satu jenis transaksi tertinggi khusus untuk layanan Bank Mandiri. Tranafer dana menyumbang lebih dari 60 persen terhadap total transaksi di layanan Mandiri Mobile dan 90 persen dari transaksi di Mandiri Internet Bisnis.

Sementara di ATM, transaksi transfer dana hanya menyumbang 14 persen dari total transaksi. Sebagian besar masih digunakan untuk bertransaksi tarik tunai.

BRI

BRI juga mendukung kebijakan penurunan biaya transaksi SKNBI itu. Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI memperkirakan penurunan itu tidak berdampak signifikan terhadap fee based income perseroan. Pasalnya, pendapatan dari jasa kliring dan RTGS hanya menyumbang sekitar 4 persen terhadap FBI bank pelat merah ini.

Senada, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga sangat mendukung program pemerintah pada masa darurat ini dalam rangka memberikan keringanan dan mendorong nasabah dan masyarakat untuk memaksimalkan transaksi nontunai.

"Sebagai institusi perbankan, kontribusi BCA saat ini adalah memastikan nasabah dapat memenuhi berbagai kebutuhan finansialnya melalui transaksi nontunai, baik melalui mobile banking maupun internet banking," kata Santoso Liem, Direktur BCA.

Hingga saat ini, tercatat 98 persen transaksi nasabah BCA telah menggunakan layanan perbankan digital. Pertumbuhan transaksi menggunakan BCA mobile tahun lalu tercatat mencapai 99,2 persen YoY, sedangkan internet banking mencapai 10,8 persen YoY.

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Perbankan sambut baik penurunan biaya transfer kliring mulai hari ini



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X