Erick Thohir akan Panggil Bos PLN Bahas Kebijakan Diskon Tarif Listrik

Kompas.com - 01/04/2020, 12:33 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat meninjau Rumah Sakit Pertamina Jaya, Rabu (11/3/2020). Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat meninjau Rumah Sakit Pertamina Jaya, Rabu (11/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan memanggil Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini hari ini, Rabu (1/4/2020).

Pertemuan ini dilakukan untuk membahas rencana pemerintah yang ingin menggratiskan tanggihan listrik pelanggan 450 VA dan memberi diskon 50 persen kepada pelanggan 900 VA selama tiga bulan.

Kebijakan tersebut diambil dalam rangka meringankan beban masyarakat di tenagh pandemi Covid-19.

“Saya akan ketemu Dirut PLN hari ini. Nanti kita kasih tahu ya,” ujar Erick dalam video conference dengan wartawan, Rabu.

Baca juga: PLN Siap Bebaskan Tarif Listrik bagi Pelanggan 450 VA dan 900 VA

Dalam pertemuan itu, rencananya Erick akan membahas mengenai dampak kebijakan tersebut bagi keuangan PLN.


Erick pun menyampaikan, dengan kondisi seperti ini sudah saatnya perusahaan plat merah untuk melakukan efisiensi dan konsolidasi.

“Sudah saatnya perusahaan-perusahaan BUMN konsolidasi, efisiensi, dan menjalankan proses bisnis yang GCG (good corporate and governance), melalui proses bisnis yang benar, bukan project base,” kata Erick.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan pembebasan serta diskon tarif listrik sebagai bantuan pemerintah atas dampak pandemi virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Pembebasan tarif berlaku selama tiga bulan bagi pelanggan 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta.

"Pelanggan akan digratiskan selama tiga bulan ke depan, yaitu untuk bulan April, Mei, dan Juni 2020," kata Jokowi dalam video conference dari Istana Bogor, Selasa (31/3/2020).

Sementara itu, diskon 50 persen diberikan kepada para pelanggan 900 VA yang jumlahnya 7 juta rumah tangga. Diskon juga diberikan selama tiga bulan.

"Artinya, hanya membayar separuh untuk bulan April, Mei, dan Juni 2020," kata Jokowi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X