Di Tengah Pandemi Covid-19, Menteri KKP Lepas Ekspor Produk Perikanan Senilai Rp 194,6 Miliar

Kompas.com - 01/04/2020, 17:08 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Periode 2019-2024, Edhy Prabowo Dok. KKPMenteri Kelautan dan Perikanan Periode 2019-2024, Edhy Prabowo

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melepas ekspor perikanan sebesar 3.200 ton, Rabu (1/4/2020). Pelepasan dilakukan di Pelabuhan Peti Kemas, Jakarta Utara.

Edhy menuturkan, ekspor produk perikanan kali ini mencapai 115 kontainer dengan total nilai Rp 194,6 miliar.

"Ekspor produk perikanan kita (saat ini) 115 kontainer dengan berbagai negara tujuan, seperti Amerika Serikat dan Eropa. Total nilai yang diekspor Rp 194,6 miliar," kata Edhy dalam konferensi video, Rabu (1/4/2020).

Baca juga: Cegah Dampak Corona, KKP Pantau Harga dan Ketersediaan Ikan

Lebih lanjut, hasil perikanan tersebut berasal dari 36 perusahaan. Pengiriman dilakukan ke 13 negara tujuan, yaitu Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Mauritus, Reunion, Taiwan, Thailand, USA, Vietnam, dan Lithuania.

Adapun komoditi yang diekspor terdiri dari 28 jenis, antara lain udang, cumi, paha kodok, sotong, cunang, cakalang, yellow fins tuna, kakap merah, dan kerupuk ikan.

Ada pula, bawal putih, kepiting kaleng, udang asin, tepung ikan, minyak ikan, keong kaleng, tempura udang, loin tuna, ikan kakak tua, ikan layaran, ikan kerapu, marlin, kepiting salju, dan sebagainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi kami harapkan ini semakin membawa sinyal positif buat para pelaku usaha di sektor perikanan," ujar Edhy.

Baca juga: Pengusaha Prajogo Pangestu Sumbang Rp 30 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Ikan beku di dalam cold storageDok. KKP Ikan beku di dalam cold storage
Kendati demikian, Edhy tak memungkiri wabah virus corona membuat permintaan di beberapa sektor turun sebesar 10-20 persen. Pasalnya, wabah Covid-19 membuat aktivitas kuliner berkurang.

Penurunan ini akan membuat penumpukan hasil panen perikanan selama beberapa bulan ke depan. Menurut data KKP, bakal terjadu potensi panen produk budidaya udang dari April-Mei sebesar 110.000 ton dan potensi panen budidaya air tawar sekitar 140.000 ton.

"Ini bagaimana kami antisipasi, nantinya pemerintah akan hadir untuk melakukan pembelian. Data cold storage juga kami kumpulkan sehingga nanti bisa digunakan (untuk penyimpanan)," sebut Edhy.

Baca juga: Sri Mulyani Paparkan Skenario Terburuk Perekonomian RI Akibat Corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.