Covid-19, Pembuktian Kedua Industri Syariah?

Kompas.com - 01/04/2020, 21:06 WIB
Ilustrasi Syariah Thinkstockphotos.comIlustrasi Syariah

Kedua, pariwisata halal adalah primadona baru industri Syariah di tengah kebutuhan negara-negara produsen minyak mendiversifikasi ekonomi mereka.

Indonesia juga salah satu yang gencar mempromosikan pariwisata halal. Sayangnya, industri ini lah yang paling terkena imbas pandemi Covid-19.

Di buku Economics in the Time of COVID-19 Kepala Ekonom Citibank Catherine L. Mann mengatakan bahwa bentuk shock and recovery industri pariwisata adalah L shape. Artinya, pemulihan industri sangat sulit dan butuh waktu yang panjang untuk kembali ke posisi semula.

Maskapai Inggris Flybe menjadi contohnya. Perusahaan penerbangan regional terbesar di Eropa pailit karena sepinya permintaan di masa krisis memperparah kondisi keuangan perusahaan yang sebelumnya sudah berdarah-darah. Tanpa intervensi pemerintah, maskapai-maskapai lain tidak mustahil bernasib sama.

Ketiga, perbankan Syariah tidak memiliki keunggulan komparatif seperti pada krisis 2008. Salah satu alasan bank Syariah "selamat" pada krisis sebelumnya adalah karena paparan terhadap aktifitas derivatif bank konvensional yang rendah.

Namun, Covid-19 memengaruhi seluruh lini produk perbankan dari pembiayaan standar konsumsi hingga perdagangan derivatif.

Secara global bahkan perbankan syariah saat ini berada dalam posisi kurang menguntungkan. Perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia membuat "surplus" yang ditempatkan di perbankan syariah semakin kecil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Telah menjadi rahasia umum bahwa petrodollar adalah bagian tak terpisahakan dari kelahiran perbankan Syariah.

Menangkap peluang di tengah krisis

Lantas masihkan ada celah untuk industri Ssyariah bersinar di krisis Covid-19 ini?

Tentu masih ada. Dengan syarat industri Syariah beranjak dari sekadar berlabel "halal" kepada pemenuhan sistem nilai Islam yang melandasinya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.