Asosiasi Driver Ojol Minta Pembebasan Sementara Angsuran Kendaraan

Kompas.com - 02/04/2020, 05:36 WIB
Ilustrasi Ojol lihat HP Kompas.com/Fathan RadityasaniIlustrasi Ojol lihat HP

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi driver ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengevaluasi kebijakan restrukturisasi kredit.

Ketua Presidium Igun Wicaksono menilai, kebijakan relaksasi kredit yang berlaku bagi driver ojol untuk membayar angsuran kendaraan bermotor masih memberatkan, di tengah pelemahan pendapatan yang diakibatkan pandemi virus corona.

Sebab, kebanyakan perusahaan leasing memberikan restrukturisasi dalam bentuk penangguhan sementara sebagian biaya angsuran kredit. Dengan demikian, driver ojol masih mengeluarkan biaya untuk melakukan pembayaran angsuran bulanan saat ini.

Baca juga: Asosiasi Driver Ojol: Relaksasi Kredit Masih Jauh dari Harapan

"Ini masih sangat berat, karena kami para driver sebagai debitur, praktis sudah tidak punya anggaran sama sekali utk membayar angsuran di situasi pandemi Covid-19 ini," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (1/4/2020).

Lebih lanjut, ia menjelaskan mayoritas driver ojol yang mengajukan restrukturisasi kredit, diberikan opsi penangguhan sementara sebagian biaya angsuran kendaraan bermotor dengan pilihan waktu 3,6, dan 9 bulan.

"Banyak debitur dari driver ojol yg kecewa," katanya.

Oleh karenanya, Igun meminta kepada OJK untuk memberlakukan restrukturisasi dalam bentuk pembebasan sementara seluruh biaya cicilan bulanan.

"Jadi penangguhan jangan ada penagihan sedikitpun terhadap debitur," katanya.

Menurutnya, dengan adanya skema pembebasan pembayaran tersebut akan menciptakan situasi yang lebih kondusif, khususnya kepada driver ojol.

"Kami dari asosiasi pengemudi ojol tidak inginkan timbulnya konflik di lapangan antara kreditur pihak perusahaan pembiayaan dengan debitur pihak driver ojol," ucapnya.

Sebagai informasi, restrukturisasi kredit berdasarkan keterangan OJK dapat diberlakukan ke dalam beberapa bentuk, yaitu penurunan suku bunga, perpanjangan waktu, hingga pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit, dan konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Rilis
Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Whats New
Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Whats New
Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Whats New
Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Whats New
India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

Whats New
Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Spend Smart
RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

Whats New
Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Whats New
Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Whats New
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Whats New
Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Whats New
Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Whats New
Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.