3 Cara Mengatur Keuangan Ditengah Pandemi Virus Corona

Kompas.com - 02/04/2020, 10:02 WIB
Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia. ShutterstockIlustrasi virus corona yang merebak di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyebaran virus Corona yang terus meningkat di Indonesia membuat pemerintah Indonesia mengeluarkan himbauan untuk menghindari aktivitas di luar dan tetap di rumah.

Sejumlah perusahaan juga telah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) untuk karyawannya.

Di sisi lain, aktivitas di rumah memunculkan permasalahan baru, seperti pengeluaran ekstra yang menyebabkan keuangan rumah tangga menjadi tidak teratur. Lalu bagaimana mengatur kondisi keuangan agar bisa kembali normal?

Baca juga: Perppu Corona Dinilai Cukup Responsif

Krizia Maulana selaku Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mengatakan masalah baru yang muncul setelah pemerintah memberlakukan WFH adalah membengkaknya pengeluaran rumah tangga.

Misalkan saja memunculkan pengeluaran ekstra yang meliputi biaya internet (kuota), listrik, makanan (snack dan cemilan), hingga pembelian suplemen (vitamin) yang jumlahnya tidak kecil.

“Mau tidak mau Anda harus menyiapkan biaya ekstra, atau mengambil dari pos lain. Disinilah pentingnya memiliki dana darurat. Anda bisa menggunakan sebagian dari dana darurat untuk menutupi pengeluaran ekstra,” kata Krizia melalui siaran pers, Kamis (2/4/2020).

Namun, bila Anda tidak memiliki dana darurat, maka Anda diimbau agar tidak mengambil dana dari pos investasi masa depan yang sudah Anda siapkan. Yang bisa Anda lakukan adalah mereview pengeluaran.

“Apa saja pos-pos yang bisa dialihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra. Langkah pertama adalah membuat daftar pengeluaran rutin bulanan untuk mengetahui pos-pos mana yang bisa Anda setop dan alihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra,” ujarnya.

Ia mencontohkan anggaran transportasi, dan pos gaya hidup (nonton bioskop, makan di restoran, liburan, member gym, dan lainnya). Anggaran tersebut tentunya merupakan biaya-biaya yang bisa dialihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra.

“Karena sudah jelas, pos-pos tersebut tidak akan dikeluarkan selama Anda menjalani masa WFH,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X