Ada Covid-19, Produsen Benih Pastikan Pasokan ke Petani Tak Terganggu

Kompas.com - 02/04/2020, 13:48 WIB
Seorang perempuan petani  sedang menyebar pupuk, dan menyiangi tanaman daun bawang miliknya. Kebunnya tak jauh dari kebun petani sayur mayur, Mpud di Desa Arga Mukti, Kecamatan Argapura, Majalengka, Jawa Barat. KOMPAS/WINDORO ADISeorang perempuan petani sedang menyebar pupuk, dan menyiangi tanaman daun bawang miliknya. Kebunnya tak jauh dari kebun petani sayur mayur, Mpud di Desa Arga Mukti, Kecamatan Argapura, Majalengka, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen benih sayuran PT East West Seed Indonesia (Ewindo) menyatakan, pihaknya memastikan petani tetap mendapatkan benih sayuran berkualitas di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Managing Director Ewindo Glenn Pardede menyebut, pihaknya sudah memenuhi stok benih ke seluruh distributor di Indonesia. Dengan demikian, petani diharap tak mencemaskan menipisnya pasokan benih.

"Kami sudah penuhi stok benih seluruh dealer di Indonesia, petani tinggal memanfaatkannya," kata Glenn dalam keterangannya, Kamis (2/4/2020).

Baca juga: Hadapi Pandemi Covid-19, Kementan Gandeng Startup Pasarkan Hasil Panen Petani

Meski demikian, imbuh Glenn, untuk pengiriman dari gudang ke dealer-dealer di sejumlah wilayah sementara ini masih menunggu petunjuk dari pemerintah terkait adanya kebijakan karantina di masing-masing wilayah.

"Kami belajar dari Filipina dan Thailand yang menerapkan karantina wilayah. Khawatir distribusi terganggu selama pelaksanaan karantina wilayah," kata Glenn.

Terkait hal itu, melalui asosiasi Hortindo, Asbindo, dan Kadin Indonesia, para pelaku usaha sebelumnya telah bersurat kepada Kepala BNPB dengan tembusan kepada Kementerian Pertanian dan Menteri Perhubungan untuk memastikan ketersediaan benih petani tetap aman.

Glenn mengatakan kebijakan ini diambil sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo kepada Menteri Pertanian agar aktivitas petani tetap berjalan di tengah wabah untuk menjamin keberlangsungan pangan, khususnya sayuran yang memang dibutuhkan untuk daya tahan tubuh.

Baca juga: Duta Petani Milenial: Covid-19 Buka Peluang bagi Produk Pertanian Lokal

Glenn juga memastikan telah menerapkan protokol pencegahan virus corona di area pabrik serta memastikan lingkungan dalam kondisi steril agar kapasitas produksi 5.000 ton benih sayuran per tahun tidak mengalami gangguan.

"Kami juga telah menugaskan tenaga penyuluh lapangan untuk menyosialisasikan protokol mencegah
penularan virus corona. Kami juga mengingatkan kepada petani untuk selalu membersihkan tangan menggunakan sabun, menjaga jarak (physical distancing), dan menggunakan masker agar tidak tertular," jelas Glenn.

Ia mengatakan juga telah menginstruksikan agar penyuluh tidak lagi mengumpulkan petani untuk
melakukan pendampingan, namun mendatangi satu per satu serta memanfaatkan layanan media sosial
sebagai sarana konsultasi kepada petani.

Kemudian, di dealer-dealer dan toko pertanian Ewindo juga menyediakan sarana galon air untuk
mencuci tangan agar pengunjung tetap aman untuk membeli kebutuhan benih sayuran yang diinginkan.

" Petani juga diminta menanam sayuran untuk jangka waktu di atas dua bulan seperti cabai, tomat, jagung dengan harapan setelah masa karantina wilayah selesai tanaman sudah dapat dipanen," tutur Glenn.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X