Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BI: Kami Beli SBN Jangan Diartikan Bailout atau BLBI

Kompas.com - 02/04/2020, 14:32 WIB
Fika Nurul Ulya,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meminta, diperbolehkannya BI membeli Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di pasar perdana jangan disamakan dengan bailout atau Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Seperti diketahui, Bank Indonesia sempat mengucurkan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia kepada sektor keuangan pada krisis moneter tahun 1998.

"(Kami beli SBN) Mohon jangan diartikan sebagai bailout maupun BLBI. BI hanya sebagai the last resources bila pasar tidak bisa memenuhi kebutuhan SBN san SBSN," kata Perry dalam konferensi video, Kamis (2/4/2020).

Baca juga: Luhut soal Larangan Mudik Hanya Imbauan: Pertimbangannya Supaya Ekonomi Tidak Mati

Adapun pembelian surat utang di pasar perdana yang dilakukan BI diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) No 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan.

Sebelum hal itu terjadi, BI bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka opsi pembiayaan lain, usai mempertimbangkan postur anggaran dan sumber dana yang tersedia baik dari realokasi maupun Sisa Anggaran Lebih (SAL).

Tambahan anggaran bisa saja dengan meningkatkan target indikatif lelang yang sebelumnya bernilai Rp 15 triliun atau meningkatkan nilai penerbitan SUN/SBSN seperti global bond menjadi 10 miliar dollar AS.

"Investor bisa melihat bahwa penerbitan bond di global masih dimungkinkan ditingkatkan dari rencana 8 miliar dollar AS ke 10 miliar dollar AS atau yang lain. Ini sedang dirumuskan untuk melihat bagaimana penggunaan anggaran yang ada," sebut Perry.

Baca juga: Bea Cukai Permudah Izin Impor Alat Kesehatan, Begini Caranya

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com