Wabah Corona Ikut Pukul Bisnis Angkutan Truk

Kompas.com - 02/04/2020, 22:07 WIB
Ilustrasi truk barang KOMPAS/YULVIANUS HARJONOIlustrasi truk barang

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak pandemi corona mewabah, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengeluhkan penurunan permintaan dari pengguna jasa truk hingga 60 persen.

"Penurunan sektor yang paling terdampak adalah industri di luar consumer goods dan medical. Kami perkirakan apabila pandemi semakin berkepanjangan maka tingkat permintaan hanya mencapai 10 persen," ujar Ketua umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan kepada kontan.co.id, Kamis (2/4/2020).

Gemilang memperkirakan jika dampak pandemi corona berlangsung selama 6 bulan, maka masa pemulihan bagi sektor logistik memakan waktu 1 tahun sampai 2 tahun.

Baca juga: Ini Cara Praktis Urus Pajak Saat Wabah Corona

Oleh karena itu Aptrindo bersama dengan pemerintah telah melakukan rapat koordinasi secara daring dengan pemerintah dan mengusullan sejumlah insentif yang dibutuhkan oleh pelaku jasa logistik.

Antara lain pemotongan suku bunga pinjaman hingga 50 persen. Selain itu, asosiasi mengharapkan PPh 21 supaya ditiadakan selama 12 bulan.

PPh 21 merupakan pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lainnya yang diterima oleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri yang sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pelanggan Listrik 450 VA dan 900 VA, Ini Langkah Dapatkan Token Gratis

Relaksasi ketentuan PPh pasal 23 selama 12 bulan dan PPh pasal 25 juga dihilangkan. Adapun, PPh 23 memuat pajak yang dipotong atas penghasilan yang berasal dari modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan, selain yang telah dipotong oleh PPh 21.

Sementara, PPh pasal 25 merupakan pajak yang dibayar secara angsuran. Aptrindo juga mengharapkan bantuan percepatan modal kerja dari pemerintah.

Aptrindo juga meminta agar pemerintah dengan tegas tetap menjamin operasional angkutan barang selama masa pandemi virus corona (Covid-19).

Baca juga: Kemenko Kemaritiman: Jangan Pikir TKA China Datang Itu Membahayakan

"Angkutan barang tidak semestinya terpengaruh dan dibatasi oleh adanya kebijakan karantina wilayah di daerah. Jadi dalam hal ini pengusaha yang harus mempersiapkan pengemudi agar memenuhi standar kesehatan agar terbebas penularan virus Covid-19," jelas Gemilang.

Menurutnya, para pengusaha di sektor pelayanan publik terutama di sektor logistik menjadi vital di tengah adanya bencana baik alam maupun non-alam seperti pandemi Covid-19.

Gemilang mengimbau bagi para pekerja agar bekerja dari rumah seperti arahan dari pemerintah. Walaupun sektornya termasuk yang terdepan berhadapan dengan virus, menurutnya bekerja di rumah dapat dilakukan oleh para karyawan kecuali pengemudi truk. (Selvi Mayasari | Khomarul Hidayat)

Baca juga: Ini Ruas-ruas Tol yang Direkomendasikan Ditutup

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Ada corona, permintaan jasa truk anjlok hingga 60%



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X