Kompas.com - 04/04/2020, 12:01 WIB
Ilustrasi listrik SHUTTERSTOCKIlustrasi listrik
Penulis Kiki Safitri
|

Ia juga mengatakan, kenaikan daya beli dan beroperasinya industri dalam kapasitas normal dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang dipredikasi bakal melemah akibat wabah virus corona.

Adapun pemerintah perlu mengalokasikan sejumlah biaya yang cukup besar untuk subsidi selama 3 bulan saja dibutuhkan dana sekitar Rp 3,5 triliun.

Sedangkan untuk perpanjangan dan memperluas kebijakan, tentunya dibutuhkan biaya yang lebih besar lagi. Namun, jika beban biaya itu harus dibebankan sepenuhnya kepada PLN, ini tentunya akan sangat memberatkan kondisi keuangan PLN.

Baca juga: Via WhatsApp, Klaim Token Listrik Gratis PLN Bisa Diakses 6 April

“Tidak menutup kemungkinan PLN akan menanggung kerugian pada tahun berjalan, bahkan bisa bangkrut. Oleh karena itu, beban biaya itu mestinya harus ditanggung oleh negara dengan memberikan kompensasi kepada PLN, yang dialokasikan pada APBN 2021,” tambahnya.

Di sisi lain, PLN juga masih memiliki target 100 persen elektrifikasi pada 2020. Saat ini elektrifikasi sudah mencapai 99,5 persen. Namun, PLN harus menjalankan mandat untuk menyelesaikan target 100 persen elektrifikasi pada tahun ini juga.

Baca juga: Hari Ini, BUMN Datangkan Alat yang Bisa Tes Corona 1.400 Per Hari

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X