Begini Perawatan Pasien Corona di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran

Kompas.com - 04/04/2020, 16:02 WIB
Petugas mempersiapkan alat medis di RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). Pemerintah menyiapkan 2.500 kamar tidur di tower enam dan tujuh Wisma Atlet yang digunakan sebagai RS Darurat Covid-19 untuk penanganan pasien Covid-19. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAPetugas mempersiapkan alat medis di RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). Pemerintah menyiapkan 2.500 kamar tidur di tower enam dan tujuh Wisma Atlet yang digunakan sebagai RS Darurat Covid-19 untuk penanganan pasien Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perawatan pasien positif virus corona (Covid-19) di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran ternyata tidak seperti perawatan kesehatan pada umumnya.

Perawatan pasien positif corona menggunakan teknologi video call. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir kontak fisik antara pasien dengan dokter atau perawat. 

Namun, hal tersebut berlaku bagi pasien yang memiliki keluhan ringan hingga sedang saja. Para pasien ini melakukan isolasi mandiri dengan pantauan perawat dan dokter melalui video call.

Baca juga: Sulit Bayar Cicilan Utang? Ini Cara Menghindari Gagal Bayar

Tak hanya itu, interaksi antara dokter ahli dan dokter yang sedang bertugas di lokasi tersebut pun menggunakan video call.

“Saya harapkan dengan teknologi ini para dokter ahli dan senior bisa memberikan masukan kepada dokter yang ada di lapangan,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2020).

Arya menambahkan, dengan cara tersebut bisa membuat semakin banyak lagi pasien yang bisa ditangani oleh para dokter. Sebab, di setiap kamar pasien wisma atlet sudah terpasang kamera.

Baca juga: Perhitungan Diskon 50 Persen Bagi Pelanggan Listrik 900 VA Subsidi

“Dokter akan memberikan masukan dari jarak jauh mengenai langkah dan tindakan yang diberikan ke pasien,” kata Arya.

Selain itu, lanjut Arya, cara ini juga bisa mengurangi kontak fisik secara langsung antara tenaga medis dengan para pasien.

“Sehingga mereka akan tetep terjaga kondisinya, ini sudah diterapkan di beberapa negara,” ucap dia.

Baca juga: Belanja di Alfamart Bisa Pakai WhatsApp, Ada Diskon Sampai 47 Persen

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X