[POPULER DI KOMPASIANA] PSBB dan Local Lockdown | Mudik Lebaran | Bob Hasan Wafat

Kompas.com - 04/04/2020, 16:14 WIB
Seorang warga bersepeda melintasi jalan protokol Kota Tegal yang sudah dibatasi dengan ditutup water barrier, Sabtu (28/3/2020) KOMPAS.com/Tresno SetiadiSeorang warga bersepeda melintasi jalan protokol Kota Tegal yang sudah dibatasi dengan ditutup water barrier, Sabtu (28/3/2020)

KOMPASIANA-- Setidaknya ada 3 peristiwa terpopuler pada pekan ini yang menarik di Kompasiana: dari imbauan untuk tidak mudik pada tahun ini, pemberlakuan Pembatasan Skala Berskala Besar ( PSBB) dari pemerintah, dan wafatnya Bapak Atletik Indonesia Bob Hasan.

Imbauan tentang pelarangan mudik sejatinya digunakan untuk menekan sebaran virus corona ke kampung halaman ketika mudik. Pasalnya, setiap pemudik yang tiba di kampung halaman maka ia akan berstatus Orang Dalam Pengawan (ODP) dan mesti melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Selain itu, Presiden Joko Widodo telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang disampaikan melalui Keterangan Pers tentang Status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat di Istana Bogor, Selasa (31/03).

Kemudian yang terakhir merupakan kabar duka yang datang dari Bapak Atletik Indonesia, Bob Hasan, yang meninggal dunia di RSPAD setelah lama mengidap kanker paru-paru. Jasanya selama lebih dari 40 tahun memimpin Persatuan Atlet Seluruh Indonesia (PASI) tentu tidak bisa kita lupakan.

Berikut adalah 5 artikel terpopuler dan menarik di Kompasiana selama sepakan ini:

1. Sulitnya Menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Desa

Pada akhirnya pemerintah lebih memilih untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) daripada karantina wilayah.

Akan tetapi, mungkin peraturan tersebut akan sulit dilakukan di desa-desa. Apalagi yang menyangkut akan kegiatan keagamaan dengan jumlah yang cukup banyak.

Kompasianer Muna Hasyim menceritakan apa yang ia alami ketika tengah melakukan ibadah jumat di dekat rumahnya.

"Ketika salat Jumat kemarin di desa, saya mendengar irama batuk yang keras. Suara batuk itu terdengar jelas bersamaan dengan khatib yang sedang berkhotbah di atas mimbar," tulisnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X