Kepala BKPM: Sengaja Mempersulit Produksi APD, Kita Sikat!

Kompas.com - 05/04/2020, 17:06 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (17/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (17/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengakui, berbagai negara termasuk Indonesia tengah kesulitan mendapatkan bahan baku Alat Pelindung Diri (APD). Dunia tengah berebutan bahan baku APD.

"Seluruh dunia saat ini berebutan bahan baku APD. Baik negara maju juga mengalami kelangkaan," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahdalia dalam keterangan tertulis, Minggu (5/4/2020).

Menurutnya, berbagai negara tengahberebut bahan baku, utamanya dari Korea Selatan dan China. Sebab itu, persaingan pengusaha dalam memperoleh bahan baku sangat tinggi.

Baca juga: Kepala BKPM Minta Investor Genjot Produksi Alat Kesehatan

Oleh karenanya, Bahlil menegaskan, pemerintah akan menindak tegas pihak-pihak yang mempersulit industri produsen APD.

"Yang sengaja mempersusah produsen APD akan kita sikat. Mereka produksi saja sudah syukur sebab bahan baku yang berkualitas sangat langka," katanya.

Lebih lanjut, Bahlil menyebut prioritas distribusi APD saat ini diperuntukkan kebutuhan domestik dan akan disalurkan melalui rumah sakit di seluruh Tanah Air.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Prioritas kita di dalam negeri," ujarnya.

Baca juga: Investasi Asing Loyo di Tengah Corona, BKPM Andalkan BUMN

BKPM melaporkan, pada tanggal 3 April 2020, sebanyak 500.000 setelan baju APD telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.

Hal tersebut dinilai bisa terealisasi dengan adanya kerja sama pemerintah Indonesia dan pemerintah Korea Selatan, yang mengizinkan pemakaian bahan baku Korea Selatan untuk membuat baju APD bagi Indonesia dan dengan cepat memberikan izin edar bagi produk tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.