Firdaus Putra, HC
Komite Eksekutif ICCI

Ketua Komite Eksekutif Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI), Sekretaris Umum Asosiasi Neo Koperasi Indonesia (ANKI) dan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)

Inovasi Demokrasi Reputasional untuk Koperasi

Kompas.com - 06/04/2020, 14:41 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Lalu bagaimana dengan koperasi, mengapa satu orang harus memiliki satu suara? Secara filosofis karena koperasi menyamakan kedudukan orang tanpa melihat status sosial-ekonominya. Sehingga baik si miskin atau kaya, sama haknya. Kita bisa menerima jawaban itu pada level abstraksi, bahwa ini soal prinsip egalitarianisme di koperasi.

Bila kita operasionalkan, di mana orang tersebut berperan sebagai anggota, apakah prinsip satu orang satu suara mencukupi seperti laiknya voting di Pemilu? Bukankah koperasi juga entitas bisnis? Apakah harus seperti itu? Bolehkah menggunakan model lain?

Pengambilan keputusan

John Stuart Mill, seorang filsuf, mengatakan bahwa siapa yang berkedudukan dalam mengambil keputusan haruslah kompeten. Kadang masalahnya memang tidak semua orang kompeten mengambil keputusan.

Di koperasi ada kasus menarik seputar pengambilan keputusan yang dialami Fagor, Mondragon. “They could be qualified engineers but they did not master the strategic matters …” (Errasti et al, 2017). Mereka yang dimaksud adalah anggota yang jumlahnya banyak itu. Sebab tak kompeten, Fagor jatuh.

Untuk membuat orang kompeten caranya informasi dibuka seluas mungkin. Asimetri informasi diminimalisasi. Dengan model demokrasi mufakat (deliberatif), suatu masalah dapat dibahas dan diputuskan bersama. Itu sebab pengambilan keputusan di koperasi mengutamakan musyawarah mufakat.

Namun bila tak tercapai, pemungutan suara harus digunakan. Meski begitu, itu belum menjawab siapa atau anggota seperti apa yang kompeten untuk mengambil keputusan strategis, bukan?

Belum lagi bila kita masukkan soal free-rider problem di koperasi yang banyak terjadi (Nilsson, 2001). Bentuk dari free-rider ini seperti anggota yang tak melakukan partisipasi secara maksimal namun tetap menikmati manfaat.

Tentu saja hal itu tidak adil bagi anggota yang lain. Demokrasi mufakat bisa saja dibajak oleh free-rider yang misalnya lebih cakap mempersuasi di Rapat Anggota. Dan bila dilakukan voting, mereka memiliki hak yang sama seperti anggota loyal lainnya.

Apa yang saya kehendaki adalah sebuah kriteria yang adil bagi seluruh anggota untuk terlibat mengambil keputusan. Kriteria tersebut harus obyektif, tidak diskriminatif, yang mana dalam kondisi normal semua anggota bisa mencapainya. Akan lebih baik bila kriteria tersebut bisa dikuantifikasi sehingga mudah dalam mengklasifikasikannya.

Sampai kemudian saya berpikir apa yang esensial dari anggota adalah partisipasi atau reputasinya selama menjadi anggota koperasi. Menurut saya itu bisa menjadi kriteria yang obyektif bagi semua orang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.