Menurut Sri Mulyani, Ini Sektor yang Untung dan Buntung Selama Pandemi Virus Corona

Kompas.com - 06/04/2020, 15:42 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tak semua sektor mengalami dampak negatif akibat pandemik virus corona (covid-19).

Bendahara Negara itu pun mengatakan, beberapa sektor industri justru mengalami keuntungan di tengah pandemik yang memberikan pukulan hebat ke hampir seluruh negara di dunia

Beberapa sektor yang menurutnya bakal menjadi pemenang di tengah pandemi adalah jasa logistik, telekonomunikasi, industri makanan dan minuman, farmasi hingga tekstil.

Baca juga: Indomaret Layani Pesan Antar Belanja, Begini Caranya

"Ini terasa sekali waktu produkis APD (Alat Pelindung Diri) dan masker di mana-mana seluruh industri sekarang highly demanded," ujar Sri Mulyani ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI melalui video conference, Senin (6/4/2020).

Namun demikian, bukan berarti industri-industri tersebut tak mengalami masalah. Sri Mulyani mengatakan, saat ini banyak perusahaan yang mengalami kekurangan bahan baku.

Bahkan, di dalam sidang kabinet dipaparkan bahan baku untuk berbagai peralatan kesehatan yang diimpor dari Korea Selatan bakal habis dalam dua pekan ke depan.

Untuk itu, pemerintah dan pelaku industri tengah berupaya untuk bisa memproduksi bahan baku lokal yang mampu memenuhi sertifikasi serta standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: Tanpa Agunan, Ini Cara Pengajuan Pinjaman Online di Bukalapak

"Karena seluruh negara termasuk Amerika Serikat hari ini sangat kekurangan APD, masker, dan ventilator sehingga itu jadi komoditas yang menjadi rebutan di seluruh dunia," ujar dia.

Adapun beberapa sektor yang sudah dipastikan bakal terimbas pukulan dari virus corona (covid-19) adalah industri pariwisata serta transportasi.

Sektor tambang pun mengalami tekanan lantaran harga komoditas yang terus menurun.

Baca juga: Pendapatan Negara Anjlok, Gaji Ke-13 dan THR PNS Terancam Dipangkas?

"Adapun sektor keuangan kemungkinan akan mengalami second round effect setelah sektor riil dan rumah tangga mengalami penurunan aktifitas yang memungkinkan kenaikan NPL," kata dia

"Otomotif juga diperkirakan menurun, UMKM yang di tahun 1998-1999 relatif memiliki ketahanan karena krisis berasal dari sektor keuangan besar dan korporasi, di covid-19 mereka terdepan terkena dampak karena tidak ada kegiatan sosial," sambung Sri Mulyani.

Baca juga: Viral Pengemudi Ojol Masih Dikejar Debt Collector, Ini Kata OJK



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X