Tol Laut Bisa Dimanfaatkan untuk Kirim APD ke Berbagai Daerah

Kompas.com - 06/04/2020, 15:59 WIB
Kapal Tol Laut di  Pelabuhan Tenau, Kupang, NTT, Rabu (21/8/2019). DOKUMENTASI KEMENHUBKapal Tol Laut di Pelabuhan Tenau, Kupang, NTT, Rabu (21/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyatakan siap memaksimalkan peran tol laut di tengah pandemi virus corona

Tol laut selama ini menjadi tumpuan logistik, khususnya ke daerah 3TP (Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan).

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub Wisnu Handoko mengatakan,  beberapa waktu lalu Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri melakukan koordinasi dan meminta dukungan untuk pengiriman alat pelindung diri (APD) ke berbagai pelosok di Indonesia.

Baca juga: Pengusaha Minta Penyelenggaraan Tol Laut Libatkan Seluruh Pihak

Hal ini pun diakui Wisnu langsung direspons oleh Kemenhub.

"Tol laut bisa dimanfaatkan membantu distribusi barang di tengah pandemi virus. Bahkan, kami sudah menggratiskan distribusi APD ke Tahuna, Sulawesi Utara," kata Wisnu dalam siaran pers, Senin (6/4/2020).

Ia menambahkan untuk mendukung hal tersebut pihak juga telah menerbitkan surat ditujukan kepada Dirut PT Pelni, Dirut PT Djakarta Lloyd, Dirut ASDP Fery, Dirut PT Temas Tbk, Dirut PT Pelangi Tunggal Ika, dan Dirut PT Luas Line, untuk mendukung dan membantu pengiriman APD melalui tol laut dengan mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Wisnu, APD yang dapat diangkut adalah APD yang dibutuhkan dalam menangani Covid-19, yaitu Penutup kepala/nurse cap, Kacamata pelindung/safety goggle, Pelindung wajah dan masker (masker N95 dan masker surgical), Penutup telinga, Jas Lab/Apron/Cover All Suit, Sarung tangan, dan Pelindung kaki/pelindung sepatu (sepatu boots/safety shoes).

"Tol Laut siap dimaksimalkan untuk mengatasi arus logistik yang terhambat akibat pembatasan kapal penumpang yang masuk ke daerah tujuan," ujar Wisnu.

Baca juga: Kemenhub Ungkap 5 Modus Monopoli Tol Laut

Capt Wisnu mengungkapkan tol laut saat ini melayani 26 trayek menggunakan 26 kapal dengan 99 pelabuhan singgah di seluruh Indonesia.

Adapun 26 kapal yang digunakan untuk tol laut terdiri atas 14 kapal negara, 5 kapal milik Pelni, 5 kapal milik ASDP, dan 2 kapal swasta.

Pola subsidi tol laut ini diberikan untuk tiga hal, yakni operasional kapal, kontainer dan muatan.

Sementara itu, pengamat kemaritiman dari ITS Raja Oloan Saut Gurning mengatakan, peranan tol laut bisa dioptimalkan saat menghadapi pandemi virus corona, yakni untuk menekan timbulnya disparitas harga di daerah.

"Aktivitas tol laut harus mendapatkan dukungan dan kemudahan dari semua pihak karena mengingat pandemi ini dapat menimbulkan gangguan permintaan dan penawaran barang yang diangkut menggunakan tol laut," terang Saut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.