Melihat Anggaran Penanganan Corona Anies, RK, Ganjar, dan Khofifah

Kompas.com - 07/04/2020, 09:18 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (11/3/2020). KOMPAS.com/NURSITA SARIGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (11/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pasien positif kasus virus corona ( Covid-19) terus meningkat dari hari ke hari. Data terbaru, Selasa (7/4/2020), tercatat ada 2.491 kasus dengan jumlah pasien dirawat sebanyak 2.090, pasien meninggal 209, dan pasien sembuh 192.

Selain langkah penanggulangan yang dilakukan pemerintah pusat, pemerintaah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, juga berperan aktif melakukan upaya pembatasan maupun penanganan dampak dari wabah virus corona.

Setiap pemerintah daerah masing-masing mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 dari APBD-nya. Anggaran daerah yang relatif cukup besar disumbang dari pemerintah provinsi di Pulau Jawa, mengingat APBD wilayah tersebut rata-rata lebih besar secara nasional.

Berikut perbandingan anggaran penanganan Covid-19 antara DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur:

Baca juga: Kembali Keluarkan Stimulus Rp 57 Triliun, Singapura Subsidi Gaji Pekerja

1. Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan pemerintah daerahnya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,032 triliun untuk pencegahan wabah virus corona di wilayahnya.

Menurut mantan Mendikbud ini, anggaran ini bisa saja ditambah sesuai kebutuhan dengan melihat situasi dan kondisi di mana masa darurat berlaku sampai Mei 2020.

"Secara umum banyak dukungannya, jadi Bazis Baznas di Jakarta sekarang menerima banyak bantuan. Kami di DKI kita sudah mengalokasikan pada saat ini yang sudah dialokasikan sampai Mei sebesar Rp 3,032 triliun. Jadi per hari ini ada Rp 1,032 triliun ditambah Rp 2 triliun. Jadi sudah ada Rp 3 triliun yang dialokasikan Covid," jelas Anies, Kamis (2/4/2020).

Selain realokasi anggaran yang sudah ada, Pemprov DKI masih menunggu dana bagi hasil dari pemerintah pusat sebesar Rp 5,1 triliun yang kemungkinan juga bisa dialihkan sebagai dana penanggulangan Covid-19.

"Saat ratas kami sampaikan ada dana bagi hasil yang perlu segera dieksekusi karena itu akan membantu. Piutang Kemenkeu ke Jakarta Rp 6,4 triliun jadi Rp 5,1 triliun. Ada dana bagi hasil tahun ini di kuartal kedua sebesar Rp 2,4 triliun kami harap itu bisa segera dicairkan," terang Anies.

Baca juga: Pemprov DKI Alokasikan Anggaran Rp 3 Triliun untuk Penanggulangan Corona

2. Pemprov Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan kalau daerahnya mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 2,3 triliun. Menurut dia, dalam realokasi anggaran itu, ada beberapa pos pengeluaran yang terpaksa dipangkas.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu Pungut PPN untuk Netlfix dkk

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu Pungut PPN untuk Netlfix dkk

Whats New
Siapa Bilang Pemilik Merek Pizza Hut Mau Bangkrut?

Siapa Bilang Pemilik Merek Pizza Hut Mau Bangkrut?

Whats New
Pembangunan Pabrik Es Krim Aice Senilai Rp 500 Miliar Molor, Ini Sebabnya

Pembangunan Pabrik Es Krim Aice Senilai Rp 500 Miliar Molor, Ini Sebabnya

Whats New
Suku Bunga Negatif Akan Diterapkan Bank Sentral Inggris, Apa Risikonya?

Suku Bunga Negatif Akan Diterapkan Bank Sentral Inggris, Apa Risikonya?

Whats New
Dari Cemilan Rambut Nenek, Ryan Raup Omzet Rp 100 Juta

Dari Cemilan Rambut Nenek, Ryan Raup Omzet Rp 100 Juta

Work Smart
Sederet Klaim Kementan Soal Kalung Ajaib Eucalyptus Anticorona

Sederet Klaim Kementan Soal Kalung Ajaib Eucalyptus Anticorona

Whats New
[MONEY SEPEKAN] 15 Orang Paling Kaya di Indonesia Makin Tajir | Profil M Nasir, Anggota DPR yang Usir Orias

[MONEY SEPEKAN] 15 Orang Paling Kaya di Indonesia Makin Tajir | Profil M Nasir, Anggota DPR yang Usir Orias

Earn Smart
BNI, Bank Komersial Tertua Indonesia yang Sempat Jadi Bank Sentral

BNI, Bank Komersial Tertua Indonesia yang Sempat Jadi Bank Sentral

Whats New
Taksi Express Terancam Pailit? Ini Penjelasan Dirut TAXI

Taksi Express Terancam Pailit? Ini Penjelasan Dirut TAXI

Whats New
Ini Kekayaan Pemilik Susi Air dan Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti

Ini Kekayaan Pemilik Susi Air dan Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti

Whats New
'Karena di Warung Sebelah Saja Pun Es Krim Ini Ada...'

"Karena di Warung Sebelah Saja Pun Es Krim Ini Ada..."

Whats New
Ratusan Ribu Pensiunan PNS Tak Bisa Cairkan Tabungan Rumahnya, Kenapa?

Ratusan Ribu Pensiunan PNS Tak Bisa Cairkan Tabungan Rumahnya, Kenapa?

Whats New
Kementan soal Kalung Antivirus: Ini Bukan Obat Oral, Ini Bukan Vaksin...

Kementan soal Kalung Antivirus: Ini Bukan Obat Oral, Ini Bukan Vaksin...

Whats New
Bagaimana Ekonomi Timor Leste Setelah 18 Tahun Merdeka dari Indonesia?

Bagaimana Ekonomi Timor Leste Setelah 18 Tahun Merdeka dari Indonesia?

Whats New
Apa Saja Syarat Naik Pesawat ke Jakarta Saat New Normal?

Apa Saja Syarat Naik Pesawat ke Jakarta Saat New Normal?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X