Stabilkan Rupiah di Tengah Covid-19, Cadangan Devisa RI Merosot

Kompas.com - 07/04/2020, 10:37 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia (BI). SHUTTERSTOCKIlustrasi Bank Indonesia (BI).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia ( BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2020 sebesar 121 miliar dollar AS.

Angka ini jauh lebih rendah 9,4 miliar dollar AS dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2020 sebesar 130,4 miliar dollar AS.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko melalui keterangan tertulis, Selasa (7/4/2020).

Baca juga: BI Pastikan Cadangan Devisa Cukup untuk Stabilisasi Rupiah

Posisi cadangan devisa tersebut dinilai setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Onny menjelaskan, penurunan cadangan devisa pada Maret 2020 dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan keperluan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah kondisi luar biasa (extraordinary) karena kepanikan di pasar keuangan global, yang dipicu pandemi virus corona (Covid-19) secara cepat dan meluas ke seluruh dunia.

Kepanikan pasar keuangan global dimaksud telah mendorong aliran modal keluar dari Indonesia dan meningkatkan tekanan rupiah, khususnya pada minggu kedua dan ketiga Maret 2020.

Baca juga: Ini Penyebab Cadangan Devisa Indonesia Turun

"Dengan langkah stabilisasi dan penguatan bauran kebijakan Bank Indonesia, berkoordinasi erat dengan Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kondisi pasar berangsur-angsur pulih dan mekanisme pasar kembali berjalan sejak minggu terakhir Maret 2020," terang Onny.

Onny memandang, tingkat nilai tukar rupiah dewasa ini relatif memadai dan secara fundamental undervalued.

Adapun rupiah diperkirakan akan bergerak stabil dan cenderung menguat ke arah Rp 15.000 per dollar AS di akhir tahun 2020.

"Bank Indonesia akan terus menjaga kecukupan cadangan devisa guna mendukung ketahanan eksternal dan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," tutur Onny.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X