Terapkan Lockdown, Angka Pengangguran di India Bisa Tembus 23,4 Persen

Kompas.com - 07/04/2020, 17:53 WIB
Para pekerja migran menunggu dalam antrean untuk menerima makanan gratis di luar stasiun kereta Howrah setelah Pemerintah India memerintahkan lockdown nasional untuk membatasi penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di Kolkata, India, Rabu (25/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/RUPAK DE CHOPara pekerja migran menunggu dalam antrean untuk menerima makanan gratis di luar stasiun kereta Howrah setelah Pemerintah India memerintahkan lockdown nasional untuk membatasi penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di Kolkata, India, Rabu (25/3/2020).

NEW DELHI, KOMPAS.com - Tingkat pengangguran di India diprediksi bisa melonjak hingga lebih dari 20 persen.

Ini terjadi lantaran banyaknya warga yang kehilangan pekerjaannya setelah pemerintah India menerapkan isolasi total atau lockdown nasional sejak pekan terakhir bulan Maret 2020. Lockdown dilakukan untuk menurunkan angka penyebaran virus corona

Angka tersebut berdasarkan survei yang dilakukan oleh Center for Monitoring Indian Economy Pvt (CMIE).

Baca juga: Akibat Lockdown, Banyak Orang India Tak Sanggup Bayar Kontrakan

Dilansir dari Times of India, Selasa (7/4/2020), angka pengangguran di India mencapai 23,4 persen untuk sepekan hingga 5 April 2020. Menurut CEO CMIE Mahesh Vyas, ini berdasarkan sampel terhadap 9.429 observasi.

Lembaga riset tersebut melakukan riset melalui panggilan telepon.

Adapun untuk bulan Maret 2020, CMIE mengestimasikan angka pengangguran India mencapai 8,7 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pada Februari 2020 yang mencapai 7,8 persen.

"Statistik tenaga kerja pada Maret 2020 sangat mengkhawatirkan," ujar Vyas.

CMIE menyatakan, ada bukti penurunan serapan tenaga kerja secara signifikan pada Maret 2020. Selain itu, pada periode yang sama, ada kenaikan angka pengangguran secara signfiikan.

Baca juga: Pengusaha Girang India Mau Beli Olahan CPO Indonesia

Pemerintah India pun secara rutin merilis data pengangguran di negara tersebut. Data teranyar, yakni tahun 2019, menunjukkan angka pengangguran mencapai 6,1 persen.

Angka tersebut merupakan angka pengangguran tertinggi dalam 45 tahun.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah India menerapkan lockdown total selama 21 hari sejak pekan terakhir Maret 2020 lalu.

Lockdown yang menempatkan ratusan juta warga India dalam karantina mandiri ini ditujukan untuk mencegah penyebaran wabah virus corona.

Baca juga: Jack Ma Jadi Orang Terkaya di Asia, Geser Miliarder India

"Ini adalah awal dari pertarungan yang panjang," tulis Perdana Menteri Narendra Modi di Twitter-nya.

"Orang-orang di negara ini telah mengumumkan hari ini bahwa kita dapat menghadapi dan mengalahkan tantangan sebesar mungkin jika kita yakin," lanjutnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X