Kompas.com - 08/04/2020, 08:30 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/4/2020) turun tipis 0,6 persen, hari ini Rabu (8/4/2020) IHSG diproyeksikan bakal melanjutkan penurunannya.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan penurunan IHSG hari ini, selain akibat jumlah kasus virus corona di Indonesia yang masih tinggi, pelemahan juga terdorong oleh indeks saham Wall Street yang jeblok pada penutupan kemarin.

“Kami sih lihat indeks agak konsolidasi melemah, selain karena kasus di Indonesia yang masih cukup tinggi, kalau kita perhatikan kasus corona di AS mulai kembali meningkat,” ungkap Hans kepada Kompas.com.

Baca juga: OJK Sebut Pasar Modal Mulai Pulih

Ia juga mengatakan, kemarin indeks AS sempat naik cukup tinggi karena pasar mulai merespon kasus pandemi virus corona yang mulai turun. Namun dengan bertambahnya jumlah kasus membuat indeks pasar merespon negatif dan mendorong indeks Dow Jones kembali turun.

Indeks Dow Future terpantau jeblok dengan penurunan 147 poin atau 0,68 persen. Demikian juga dengan S&P yang turun 0,16 persen disusul oleh indeks Nasdaq yang juga turun 0,33 persen.

Namun demikian indeks bursa di Eropa terpantau menghijau setelah FTSE ditutup menguat 122 poin atau 2,19 persen disusul oleh Xetra Dax yang juga naik 281,5 poin atau 2,8 persen.

“Di eropa pasar menguat karena 4 negara besar kontributor tertinggi virus corona menunjukkan 2 tanda-tanda pengurangan kasus,” ungkapnya.

Baca juga: Kini, Nasib THR Menteri hingga Anggota DPR Ada di Tangan Jokowi

Hans mengatakan, selain jumlah korban meninggal yang berturun, jumlah masyarakat yang terjangkit Covid-19 di Eropa juga berkurang.

“Tampaknya di Eropa kasus corona sudah mulai mencapai puncak dan sudah dan berangsur turun, tapi belum tau sampai kapan,” kata dia.

Hans memproyeksikan IHSG hari ini akan bergerak pada level support 4.721 sampai dengan level 4.623, resisten pada level 4.975 sampai dengan level 5.040.

Baca juga: Ini Sanksi untuk Perusahaan yang Tidak Bayar THR Karyawan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Parkir di Zona Merah, 3 Saham Ini Jadi 'Top Losers' di Indeks LQ45

IHSG Parkir di Zona Merah, 3 Saham Ini Jadi "Top Losers" di Indeks LQ45

Whats New
MRT Jakarta Buka 8 Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Kualifikasinya

MRT Jakarta Buka 8 Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Kualifikasinya

Work Smart
LPS: Baru 49 Persen Penduduk Dewasa Indonesia yang Punya Rekening Bank

LPS: Baru 49 Persen Penduduk Dewasa Indonesia yang Punya Rekening Bank

Whats New
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Jadi 3,25 Persen, Ini Alasannya

LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Jadi 3,25 Persen, Ini Alasannya

Whats New
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Suku Bunga Acuan BI Naik, BNI Pertimbangkan Kerek Suku Bunga Kredit dan Deposito

Suku Bunga Acuan BI Naik, BNI Pertimbangkan Kerek Suku Bunga Kredit dan Deposito

Whats New
Sri Mulyani Sebut Ekonomi Dunia Bakal Resesi pada 2023

Sri Mulyani Sebut Ekonomi Dunia Bakal Resesi pada 2023

Whats New
Rupiah Kian Tertekan, Dekati Rp 15.200 Per Dollar AS

Rupiah Kian Tertekan, Dekati Rp 15.200 Per Dollar AS

Whats New
Erick Thohir Tebar Pendanaan untuk Startup Pangan, Kesehatan, dan Energi

Erick Thohir Tebar Pendanaan untuk Startup Pangan, Kesehatan, dan Energi

Whats New
SPBU Vivo Akhirnya Naikkan Harga Revvo 89 Jadi Rp 11.600 Per Liter, Simak Rinciannya

SPBU Vivo Akhirnya Naikkan Harga Revvo 89 Jadi Rp 11.600 Per Liter, Simak Rinciannya

Whats New
Potongan Biaya Aplikasi Ojol di Atas 15 Persen, Kemenhub: Jika Melanggar, Akan Ditindak

Potongan Biaya Aplikasi Ojol di Atas 15 Persen, Kemenhub: Jika Melanggar, Akan Ditindak

Whats New
Mudahkan Pelanggan Cek Pemakaian Gas, PGN Gandeng PT Inti Kembangkan Smart Meter

Mudahkan Pelanggan Cek Pemakaian Gas, PGN Gandeng PT Inti Kembangkan Smart Meter

Rilis
Didorong Bisnis 'E-commerce', Pasar 'Data Center' RI Diproyeksi Mencapai 2,4 Miliar Dollar AS pada 2027

Didorong Bisnis "E-commerce", Pasar "Data Center" RI Diproyeksi Mencapai 2,4 Miliar Dollar AS pada 2027

Rilis
Ramai Esteh Indonesia Somasi Konsumennya, Ini Kata Pakar Marketing

Ramai Esteh Indonesia Somasi Konsumennya, Ini Kata Pakar Marketing

Whats New
Financial Freedom yang Sedang Tren di Kalangan Anak Muda

Financial Freedom yang Sedang Tren di Kalangan Anak Muda

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.