Ekspor Udang Vaname Ditargetkan Naik 250 Persen pada 2024

Kompas.com - 08/04/2020, 09:30 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar pandjaitan menjawab beberapa pertanyaan terkait tindakan pemerintah tangani virus corona di akun Instagramnya, Selasa (24/3/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar pandjaitan menjawab beberapa pertanyaan terkait tindakan pemerintah tangani virus corona di akun Instagramnya, Selasa (24/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, pemerintah menargetkan ekspor udang vaname naik 250 persen hingga tahun 2024. 

“Walaupun kita sedang work from home (WFH), namun jangan dijadikan alasan, koordinasi harus tetap kuat. Presiden sudah memerintahkan hal tersebut dan respons masyarakat juga sangat ingin itu terwujud," ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2020).

"Apalagi permintaan pasar dunia akan udang vaname ini sangat tinggi, sekitar Rp 90 triliun akan kita targetkan untuk tahun 2024,” sambungnya.

Baca juga: Kini, Nasib THR Menteri hingga Anggota DPR Ada di Tangan Jokowi

Menurut Luhut, budidaya udang vaname ini dapat dijadikan sebagai proyek strategis nasional. Ia yakin dampaknya dapat membuka lapangan kerja lebih luas lagi bagi masyarakat.

Kemudian, Luhut juga mengarahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, agar berfokus dalam hal budidaya, kalender pendanaan, dan diadakan pelatihan-pelatihan di setiap daerah potensial.

“Saran saya sebelum bulan suci Ramadhan, sudah ada laporan mengenai berapa kebutuhan di setiap daerah. UKM-UKM juga disinergikan, Perbankan pun perlu kita dorong agar masuk di proyek ini. Salah satu kuncinya ada di pelatihan, jadi masyarakat bisa lebih profesional dan mempunyai manajemen yang baik dalam mengelola tambak,” kata dia.

Baca juga: Ini Sanksi untuk Perusahaan yang Tidak Bayar THR Karyawan

Sementara itu, Menteri KP Edhy Prabowo mengatakan, siap menindaklanjuti arahan dari Presiden Joko Widodo dengan melakukan berbagai langkah untuk mencapai target tersebut. 

“Nilai produksi pada tahun 2019 sebesar Rp 36,22 triliun dan menjadi besar pada tahun 2024, senilai Rp 90,30 triliun. Produksi dari 517.397 ton pada tahun 2019, menjadi sebesar 1.290.000 ton pada 2020. Target kawasan, dibutuhkan sekitar 86 ribu hektar lahan tambahan hingga tahun 2024,” ujarnya.

Ia pun menilai, usaha dari budidaya udang vaname relatif sukses, asalkan masyarakat petambak juga dapat memperhatikan limbah yang dihasilkan dari tambak.

Baca juga: Kartu Prakerja untuk Menggaji Pengangguran?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X