BI Ibaratkan Virus Corona Layaknya Banjir, Pemerintah Harus Buat "Kapal"

Kompas.com - 08/04/2020, 15:19 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo DOKUMENTASI BANK INDONESIAGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo telah menghitung dampak wabah virus corona (Covid-19) terhadap perekonomian nasional.

Penghitungan itu dilakukan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan beragam skenario, seperti skenario moderat, skenario berat, dan skenario sangat berat.

Dia mengaku, wabah virus corona memaksanya berkoordinasi intens secara maraton hingga hari Sabtu dan Minggu pada akhir Maret 2020.

Baca juga: BI Yakin Aliran Modal Asing Makin Deras di Akhir Tahun 2020

Sebab saat itu, jumlah kasus positif virus corona semakin bertambah dan banyak wilayah yang telah melakukan karantina lokal.

"Kami secara intens maraton berkoordinasi penuh dengan pemerintah (Kemenkeu), dengan OJK, dan LPS. Pada minggu terakhir Maret setelah kasus positif naik terus. Kami melihat asesmen bagaimana menanganinya," kata Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (8/4/2020).

Perry berseloroh perhitungan skenario moderat hingga sangat berat yang digunakan diibaratkan seperti fenomena banjirnya Nabi Nuh hingga setinggi gunung.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fenomena banjir pada masa itu tentu memiliki beragam risiko, sama seperti wabah virus corona yang memaksa pemerintah membuat "kapal Nabi Nuh" (payung aturan).

Baca juga: Ini Alasan BI Belum Berencana Turunkan Suku Bunga Acuan Lagi

"Kalau kita ukur waktu itu, oke skenario moderat itu kalau banjirnya sampai atap rumah. Kita juga ukur kalau banjirnya sampai gedung, itu skenario berat. Sampai kalau wabahnya kemudian sampai gunung, itu sangat berat yang tempo hari kita diskusikan ini," ungkap Perry.

Perhitungan skenario menggunakan beragam data, salah satunya data perkembangan kasus dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang disampaikan Sri Mulyani kepadanya.

Skenario dikategorikan berdasarkan lamanya durasi penyebaran virus. Bila durasi berlangsung hingga Juni dikategorikan sebagai skenario berat, bila berlangsung hingga September dikategorikan sebagai skenario sangat berat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Kuartal I 2021, Nilai Ekspor Alas Kaki Indonesia Meningkat 10,98 Persen

Kuartal I 2021, Nilai Ekspor Alas Kaki Indonesia Meningkat 10,98 Persen

Whats New
Pendidikan Vokasi Diyakini Genjot Kualitas SDM di Sektor Industri

Pendidikan Vokasi Diyakini Genjot Kualitas SDM di Sektor Industri

Whats New
Stafsus Erick Thohir: Izin Edar Ivermectin dari BPOM untuk Obat Anti Parasit

Stafsus Erick Thohir: Izin Edar Ivermectin dari BPOM untuk Obat Anti Parasit

Whats New
IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

Whats New
Sri Mulyani Minta Pemda Ikut Bantu Siapkan Anggaran untuk Vaksinasi

Sri Mulyani Minta Pemda Ikut Bantu Siapkan Anggaran untuk Vaksinasi

Whats New
Ciri-ciri Pinjol Ilegal, Tawarkan Pinjaman lewat SMS atau WhatsApp

Ciri-ciri Pinjol Ilegal, Tawarkan Pinjaman lewat SMS atau WhatsApp

Whats New
Pembangunan Jembatan Aek Tano Ponggol Ditargetkan Rampung 2022

Pembangunan Jembatan Aek Tano Ponggol Ditargetkan Rampung 2022

Whats New
BPK: 443 Pemda Belum Mandiri, Masih Bergantung ke Pemerintah Pusat

BPK: 443 Pemda Belum Mandiri, Masih Bergantung ke Pemerintah Pusat

Whats New
Daftar Instansi yang Buka Formasi CPNS 2021 untuk Lulusan SMA

Daftar Instansi yang Buka Formasi CPNS 2021 untuk Lulusan SMA

Work Smart
Kemendag Sebut Sepatu Olahraga Topang Kenaikan Ekspor Alas Kaki RI

Kemendag Sebut Sepatu Olahraga Topang Kenaikan Ekspor Alas Kaki RI

Whats New
Simak Daftar Lengkap Besaran UMR Yogyakarta Tahun 2021

Simak Daftar Lengkap Besaran UMR Yogyakarta Tahun 2021

Whats New
Utang Membengkak, BPK Khawatir Pemerintah Tak Sanggup Bayar

Utang Membengkak, BPK Khawatir Pemerintah Tak Sanggup Bayar

Whats New
Akibat Pengetatan Larangan di China, Kapitalisasi Aset Kripto Tergerus Rp 4.320 Triliun

Akibat Pengetatan Larangan di China, Kapitalisasi Aset Kripto Tergerus Rp 4.320 Triliun

Whats New
[TREN KARIER KOMPASIANA] Rahasia Karyawan Mencapai Kinerja Terbaik | Pelamar Kerja yang Pemalu | Membangun Personal Branding

[TREN KARIER KOMPASIANA] Rahasia Karyawan Mencapai Kinerja Terbaik | Pelamar Kerja yang Pemalu | Membangun Personal Branding

Rilis
PPKM Mikro Diperketat, Pengelola Pusat Perbelanjaan Minta Insentif Pajak

PPKM Mikro Diperketat, Pengelola Pusat Perbelanjaan Minta Insentif Pajak

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X