BI Ibaratkan Virus Corona Layaknya Banjir, Pemerintah Harus Buat "Kapal"

Kompas.com - 08/04/2020, 15:19 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo DOKUMENTASI BANK INDONESIAGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

"Dari situ kita lihat, kalau terjadi pembatasan dalam durasi 3 bulan ke depan, bagaimana nasibnya rakyat? Bagaimana orang yang enggak bisa bekerja? Bagaimana kemudian bantuan tidak hanya ke penerima bansos, tapi ke pekerja," ujar Perry.

Baca juga: BI Masih Yakin Defisit Transaksi Berjalan 2020 Hanya 2,5 - 3 Persen

Untuk menstimulus ekonomi di tengah wabah, Perry bersama Sri Mulyani dan lembaga keuangan lainnya menghitung kebutuhan dana nasional yang bisa diberikan pemerintah kepada rakyat sebagai stimulus.

Usai dijumlah, defisit fiskal membengkak jadi 5,07 persen.

Untuk menutupi defisit, pihaknya bersama pemerintah kembali putar otak untuk memaksimalkan dana dari dana abadi (endowment fund), Sisa Lebih Anggaran (SAL), BLU, dan pinjaman dari lembaga keuangan internasional.

"Tapi kurang. Kemudian berapa butuhnya kalau untuk mengeluarkan Surat Utang Negara (SUN) atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)? Berapa global bond dan domestic bond lagi yang bisa? Nah ini kami buat skenario," jelas Perry.

Baca juga: Jaga Stabilitas Rupiah, BI Ajak Eksportir Tukarkan Dollar AS

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bila pasar tidak mampu menyerap, nantinya BI diberikan kewenangan untuk membeli SUN maupun SBSN di pasar perdana (pasar primer) sebagai the last resort.

Hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang ( Perppu) No 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.