Sudah 134.000 Debitur Terdampak Covid-19 Dapat Kelonggaran Kredit dari BRI

Kompas.com - 09/04/2020, 10:34 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan kode emiten BBRI sudah memberikan relaksasi kepada 134.000 debitur yang terdampak oleh pandemic virus corona (Covid-19).

“Dari 134.000 debitur terdampak Covid-19 telah mendapatkan relaksasi dari BRI, 80 persen di antaranya atau sekitar 110.000 merupakan debitur dengan segmen mikro,” kata Direktur Bisnis Mikro BRI Supari melalui siaran media, Rabu (8/4/2020).

Hal ini berdasarkan monitoring off site dalam aplikasi digital kredit BRISPOT yang mengidentifikasi kondisi nasabah. Sehingga para debitur yang mengalami kesulitan memenuhi kewajibannya karena terdampak penyebaran Covid-19 dapat segera dilakukan upaya restrukturisasi kredit.

Baca juga: Bank dan Leasing Sudah Mulai Terima Keringanan Kredit Nasabah

Selama ini aplikasi BRISPOT dimanfaatkan sebagai aplikasi penyaluran kredit untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Aplikasi ini juga bermanafaat untuk mempercepat proses pengajuan pinjaman dan penyaluran kredit mikro.

“Saat ini seluruh aktivitas debitur BRI telah didukung dengan utilisasi aplikasi digital BRI sehingga proses penyaluran kredit berjalan normal,” kata Supari.

Selain itu, Bank BRI juga melakukan upaya counter cyclical, dengan terus menyalurkan kredit mikro BRI (yang terdiri dari KUR, Kupedes dan Briguna Mikro). Aktivitas pemasar mikro BRI juga dilakukan sesuai dengan protokol physical distancing sesuai instruksi pemerintah.

Supari berharap BRISPOT bisa menjadi alat bagi para para debitur BRI guna menciptakan fleksibilitas dan efektifitas, sehingga proses kredit bisa dilakukan secara digital dengan lebih cepat.

“BRISPOT juga mendukung alur proses prakarsa dan putusan kredit tanpa harus bertatap muka dan tanpa berkas hardcopy, sehingga mendukung gerakan physical distancing,” ujar Supari.

Hingga Maret 2020, BRI sudah menyalurkan kredit kepada 634.000 debitur mikro dengan total plafond Rp 23,4 triliun. Penyaluran kredit ini juga diproses secara digital.

Melalui BRISPOT juga para para debitur juga memperoleh fitur cash pick up untuk setoran pinjaman dan simpanan sehingga tidak perlu keluar rumah atau tempat usahanya untuk melakukan transaksi penyetoran tunai.

Sejauh ini, jumlah transaksi cash pick up yang diproses melalui BRISPOT pada bulan Maret lalu mencapai 571.000 transaksi dengan nominal Rp 1,2 triliun.

Ke depan, BRISPOT tak hanya bisa digunakan untuk kredit UMKM saja, namun juga untuk nasabah (end user) dan juga bersentuhan dengan mitra BRI, agen BRILINK, fintech, peer to peer lending, dan e-commerce.

Baca juga: OJK: Jika Tak Ajukan Keringanan Kredit, Kendaraan Tetap Bisa Ditarik

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X