BI: Komitmen 60 Miliar Dollar AS dari The Fed Sudah Siap, Tinggal Pakai

Kompas.com - 09/04/2020, 16:28 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo DOKUMENTASI BANK INDONESIAGubernur BI Perry Warjiyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku kerjasama penyediaan fasilitas repurchase agreement (repo line) antara BI dengan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) sudah selesai proses administrasi.

Artinya, repo line yang dikategorikan dalam Foreign and International Monetary Authorities (FIMA) dengan nominal 60 miliar dollar AS ini sudah siap digunakan bila sewaktu-waktu diperlukan.

"Sudah siap. Sudah selesai proses administrasinya, masalah legalnya, masalah teknikalnya, sewaktu-waktu bisa digunakan kerjasama repo line antara The Fed dengan BI yang jumlahnya 60 miliar dollar AS," ucap Perry dalam konferensi video, Kamis (9/4/2020).

Baca juga: BI Dapat Komitmen Dana 60 Miliar Dollar AS dari The Fed, Buat Apa?

Namun, fasilitas repo line ini merupakan bantalan kedua (second line of defense), yakni fasilitas yang hanya digunakan bila BI benar-benar membutuhkan, sama seperti fasilitas Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA).

Bedanya, repo line tidak bisa menambah cadangan devisa negara.

"Meskipun saya ulangi, ini adalah repo line, bukan swap line. Tidak bisa menambah cadangan devisa. Tapi banyak digunakan untuk kebutuhan likuiditas dollar," ungkap Perry.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun saat ini, Perry menilai jumlah cadangan devisa RI masih lebih dari cukup untuk membiayai ekspor, membayar utang pemerintah, dan stabilitas kurs rupiah di pasar.

Baca juga: Rupiah Menguat Jadi Rp 15.920, Ini Kata Gubernur BI

Apalagi cadangan devisa diprediksi meningkat menuju 125 miliar dollar AS pekan depan karena penerbitan global bonds sebesar 4,3 miliar dollar AS.

Cadangan devisa BI pada akhir Maret 2020 sendiri mencapai 121 miliar dollar AS, lebih rendah 9,4 miliar dollar AS dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2020.

"Begitu selesai, Insya Allah cadangan devisa mendekati angka 125 miliar dollar AS. Insya Allah ke depan juga akan terus membaik," sebut Perry.

Terkait repo line, Perry kembali menyebut Indonesia beruntung mendapat fasilitas dari bank sentral negeri Paman Sam itu. Sebab, tidak semua negara emerging market mendapat kesempatan kerjasama repo line.

"Ini adalah kepercayaan yang diberikan terhadap bagaimana kita mengelola ekonomi, dan lebih dari itu bagaimana prospek ekonomi ke depan Insya Allah lebih baik," tandasnya.

Baca juga: Pesan BI ke Bank: Jangan Ragu Masuk ke Term Repo

Di samping The Fed, BI juga memiliki kerja sama repo line dengan Bank for International Settlements (BIS) sebesar 2,5 miliar dollar AS, Bank sentral Singapura sebesar 3 miliar dollar AS, dan bank-bank sentral lainnya sebesar 500 juta hingga 1 miliar dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pinjol Ilegal Diduga Jadi Pencucian Uang Perusahaan Asing

Pinjol Ilegal Diduga Jadi Pencucian Uang Perusahaan Asing

Whats New
Menilik Kasus UMKM Frozen Food, Terancam Denda Rp 4 Miliar Hingga Aturan Mainnya

Menilik Kasus UMKM Frozen Food, Terancam Denda Rp 4 Miliar Hingga Aturan Mainnya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Jelang IPO, GoTo Dapat Suntikan Dana dari Abu Dhabi Rp 5,7 Triliun

Jelang IPO, GoTo Dapat Suntikan Dana dari Abu Dhabi Rp 5,7 Triliun

Rilis
Rugi 6 Tahun Beruntun, Bank Jago Akhirnya Cetak Laba Rp 14 Miliar

Rugi 6 Tahun Beruntun, Bank Jago Akhirnya Cetak Laba Rp 14 Miliar

Whats New
Naik Pesawat Wajib PCR, Harga Tes Diminta Rp 50.000 hingga Kadin Minta Aturan Dicabut

Naik Pesawat Wajib PCR, Harga Tes Diminta Rp 50.000 hingga Kadin Minta Aturan Dicabut

Whats New
BTN Targetkan Kredit Tumbuh Double Digit pada 2022

BTN Targetkan Kredit Tumbuh Double Digit pada 2022

Whats New
IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Aturan Terbaru Penerbangan, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Wajib Tes RT-PCR Mulai 24 Oktober

Aturan Terbaru Penerbangan, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Wajib Tes RT-PCR Mulai 24 Oktober

Whats New
Kenali Kriteria Ideal dari Seorang Manajer Proyek

Kenali Kriteria Ideal dari Seorang Manajer Proyek

Work Smart
Riset LD FEB UI: Gojek Sumbang Rp 249 Triliun untuk Ekonomi Indonesia

Riset LD FEB UI: Gojek Sumbang Rp 249 Triliun untuk Ekonomi Indonesia

Whats New
[POPULER MONEY] Indonesia Penyebab Krisis Energi Singapura | Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat

[POPULER MONEY] Indonesia Penyebab Krisis Energi Singapura | Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat

Whats New
Kementerian Perdagangan Punya Logo Baru, Ini Tampilannya

Kementerian Perdagangan Punya Logo Baru, Ini Tampilannya

Whats New
Menteri Investasi: Kami Anggap Pandemi Sebagai Peluang di Tengah Tantangan

Menteri Investasi: Kami Anggap Pandemi Sebagai Peluang di Tengah Tantangan

Whats New
Bikin Polusi, Pemerintah Janji Tak Lagi Terima Usulan Proyek PLTU Baru

Bikin Polusi, Pemerintah Janji Tak Lagi Terima Usulan Proyek PLTU Baru

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.