BI Yakin Cadangan Devisa Bakal Meningkat Jadi 125 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 09/04/2020, 16:34 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo DOKUMENTASI BANK INDONESIAGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprediksi cadangan devisa akan mendekati 125 miliar dollar AS pada pekan depan dari posisi akhir Maret 2020 sebesar 121 miliar dollar AS.

Meningkatkan cadangan devisa pekan depan ditopang oleh penerbitan surat utang negara berdenominasi mata uang asing (global bonds) sebesar 4,3 miliar dollar AS yang telah diumumkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

"Minggu depan Insya Allah mendekati ke angka sekitar 125 miliar dollar AS. Karena Menkeu mengumumkan penerbitan global bonds 4,3 miliar dollar AS," kata Perry dalam konferensi video, Kamis (9/4/2020).

Baca juga: Gara-cara Corona, Traveloka PHK 100 Karyawan?

Jumlah cadangan devisa yang diperkirakan akan terus meningkat ini disinyalir lebih dari cukup untuk membayar impor, membayar utang pemerintah, dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Adapun saat ini, penerbitan global bonds tengah dalam proses administrasi dan proses settlement. Begitu proses administrasi selesai, penerbitan global bonds akan segera dilaksanakan.

"Begitu selesai, Insya Allah cadangan devisa mendekati angka 125 miliar dollar AS. Insya Allah ke depan juga akan terus membaik," sebut Perry.

Baca juga: Virus Corona Bisa Sebabkan 500 Juta Orang di Dunia Jatuh Miskin

Sebelumnya diberitakan, Perry optimistis aliran modal asing (capital inflow) akan kembali masuk ke Indonesia secara bertahap tiap kuartal.

Masuknya aliran modal asing diprediksi makin deras pada kuartal IV seiring dengan meredanya dampak virus corona (Covid-19). Meski, tetap akan fluktuatif pada kuartal II dan sebagian kuartal III 2020.

Di sisi lain, Bank Indonesia memiliki bantalan kedua (second line of defense) seperti Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA) dengan beberapa bank sentral dunia dan komitmen dana dari bank sentral AS (The Fed) melalui mekanisme repo line (FIMA) sebesar 60 miliar dollar AS.

Meski repo line tidak bisa menambah cadangan devisa, fasilitas itu bisa digunakan sewaktu-waktu bila terjadi keketatan likuiditas akibat dollar AS yang menguat.

Baca juga: Soal PSBB dan Mudik, Luhut Koordinasi Intensif dengan Pemda



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X