Sektor Saham Ini Bakal Raup Untung di Tengah PSBB Jakarta

Kompas.com - 10/04/2020, 09:27 WIB
Ilustrasi pergerakan harga saham THINKSTOCKSIlustrasi pergerakan harga saham

JAKARTA, KOMPAS.com - Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah pertama yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ibukota menerapkan PSBB mulai 10 April 2020 pukul 00.00.

Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso mengatakan, meskipun PSBB diterapkan ada beberapa emiten yang meraup untung.

Ia bilang, sektor barang konsumsi (consumer goods) masih menjadi sektor yang diuntungkan dengan adanya PSSB ini.

Baca juga: 61 Emiten Bakal Buyback Saham Senilai Rp 17,4 Triliun

Sebab,sektor ini berhubungan dengan makanan dan minuman sebagai kebutuhan primer manusia.

“Sektor ini juga yang berhubungan dengan kesehatan, yakni produsen suplemen/vitamin, yang kebutuhannya di pasar melonjak dari penjualan di kondisi normal,” ujar Aria kepada Kontan.co.id, Kamis (9/4/2020).

Selain sektor barang konsumsi, Aria menilai, sebagai sarana komunikasi jarak jauh sektor telekomunikasi bakal meraup berkah dengan adanya pembatasan sosial ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, masyarakat maupun pelaku bisnis yang sebelumnya biasa bertemu secara fisik kini hanya bisa berkomunikasi dengan layanan koneksi internet atau telepon selular.

Selama pemerintah mengimbau masyarakat untuk bekerja di rumah dan melakukan pembatasan social (social distancing), traffic data internet mengalami kenaikan.

Baca juga: Banyak Pegawai Kerja dari Rumah, Trafik XL Axiata Bisa Naik 15 Persen

PT XL Axiata Tbk (EXCL) misalnya. Berdasarkan catatan Kontan.co.id, penyedia provider XL ini mengaku mengalami lonjakan trafik layanan data sebesar 15 persen sejak pemberlakuan kebijakan work from home.

 

Hal yang sama juga dialami oleh Telkomsel. Provider di bawah naungan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) ini mencatat lonjakan trafik komunikasi khususnya layanan broadband mencapai 16 persen.

Melansir dari keterangan resmi, Senin (6/4/2020), lonjakan trafik komunikasi berbasis broadband secara keseluruhan didominasi oleh tumbuhnya pengguna aplikasi belajar berbasis daring (e-learning) seperti Ruang Guru dan meningkat lebih dari 5.404 persen.

Telkomsel juga mencatat kenaikan trafik layanan komunikasi pesan instan sebesar 40 persen, games online meningkat sebesar 34 persen, dan streaming video seperti (Youtube dan MAXstream) melonjak 17 persen.

“Koneksi internet banyak dimanfaatkan masyarakat untuk streaming dari rumah sebagai alternatif hiburan, menonton, ataupun bermain game,” sambung Aria.

Baca juga: Redam Dampak Corona, XL Axiata Bakal Buyback Saham Rp 500 Miliar

Senada, Senior Vice President Research Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial menilai emiten sektor telekomunikasi (mobile data) menjadi sektor yang diunggulkan selama pemberlakuan PSBB.

Hal ini didukung oleh riset Nielsen yang mengatakan bahwa 80 persen konsumen Indonesia mengakses informasi seputar Covid-19 lewat media sosial, disusul berita televisi (77 persen), dan mesin pencari online (56 persen).

Ketiga medium ini adalah sumber informasi yang paling banyak diakses oleh konsumen untuk mengetahui perkembangan Covid-19.

“Menyusul pengumuman Presiden Joko Widodo mengenai kasus pertama Covid-19 pada 2 Maret 2020, sebanyak 61 persen konsumen mengecek berita terkait Covid-19 ini beberapa kali setiap harinya tak hanya di media elektronik tetapi juga lewat media digital,” tulis Nielsen. (Akhmad Suryahadi)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Ini sektor yang akan raup untung setelah kebijakan PSBB diterapkan di Jakarta



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X